Setelah Dikritik Presiden, Tarif Kereta Bandara Soetta Turun Jadi Rp70 Ribu

0
Kereta Bandara Soetta

Mahal adalah kesan yang didapat ketika mendengar tarif yang dikenakan untuk kereta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), ya untuk sekali jalan ditetapkan tarif Rp100 ribu. Sontak kabar tersebut menuai protes dan cibiran dari warga. Dan ketika kereta bandara resmi beroperasi pada 11 Desember 2017, tarifnya dipatok Rp70 ribu. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menilai tarif Rp100 ribu terlalu mahal.

Baca juga: Mogok Dua Kali Saat Uji Coba, Inilah Sekilas Spesifikasi Kereta Bandara Soetta

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya akan meminta pada PT Railink selaku operator kereta bandara untuk memberikan potongan harga. Budi meminta agar Railink mencari cara untuk pendapatan lain supaya mengkompenasi harga tiket termasuk dengan mencari iklan.

“Sesuai arahan Presiden, tarif Rp100 ribu itu kemahalan, kita hitung kembali kira-kira Rp70 ribu. Nanti kami minta Railink agar dapat income dari yang lain seperti sponsor atau iklan supaya totalnya Rp100 ribu tetapi kepada konsumen tarifnya Rp70 ribu,” ujar Budi yang dikutip KabarPenumpang.com dari republika.co.id (9/12/2017).

Dia menjelaskan bahwa pengoperasian kereta bandara bersifat komersial, maka pemerintah tidak akan memberikan subsidi. Kenaikan harga tiket pun akan dilakukan perusahaan melalui pertimbangan komersial.

Budi berharap, tarif Rp70 ribu ini akan bertahan selama satu tahun kedepan sebelum adanya kenaikan. Diketahui, untuk awal pengoperasian kereta bandara hingga akhir 2017 ini, akan ada pemberlakuan promo tarif Rp30 ribu. Padahal awalnya kereta bandara tarif akan digratiskan hingga akhir 2017 ini.

“Promo sampai Januari Rp30 ribu, Kemudian di Januarinya Rp70 ribu. Itu untuk rute terjauh,” ujarnya. Seharusnya kereta bandara yang akan menjadi moda alternatif transportasi masyarakat dan pelancong baik dari ibukota menuju Bandara Soekarno-Hatta atau sebaliknya akan dibuka per 1 Desember 2017 kemarin. Tetapi sayangnya, kereta ini masih dilakukan uji coba terus dan sempat mati dua kali.

Kecepatan perjalanan kereta bandara sekitar 18-20 km per jamnya, dan setelah melewati stasiun Batu Ceper kecepatan akan meningkat sekitar 60 km per jam. Untuk waktu tempuh dari stasiun Bandara Soetta menuju stasiun Sudirman Baru diperkirakan memakan waktu 55 menit.

Baca juga: Awal Beroperasi, Kereta Bandara Soekarno-Hatta Akan Digratiskan!

Saat ini PT Railink telah menyiapkan sepuluh rangkaian kereta Bandara Soetta dengan 82 perjalanan dan kapasitas 33 ribu penumpang setiap harinya. Satu rangkaian terdiri dari enam gerbong yang mampu mengangkut 272 penumpang.

Leave a Reply