Setelah ISIS Tumbang, Kereta Api Baghdad – Falluja Kembali Mengular

Stasiun Baghdad kembali beroperasi (Public Radio International)

Empat tahun lamanya kereta api dari Baghdad menuju Falluja vakum dan tak beroperasi akibat perang dengan ISIS. Namun, belum lama ini kereta di jalur sepanjang 50 km tersebut kembali beroperasi dan ratusan penumpang kini bisa kembali menunggangi kuda besi di kota tersebut.

Baca juga: Canangkan Pembangunan ‘Kereta Perdamaian,’ Israel Nantinya Akan Terhubung dengan Sejumlah Negara Teluk

Selama empat tahun masyarakat yang biasa menggunakan kereta mau tak mau harus menggunakan mobil dan bisa menghabiskan waktu yang lebih lama dalam perjalanannya. Mengularnya kembali kereta besi di jalur Baghdad-Falluja setelah memenangkan perang dan sudah dilakukan juga pengecekan seluruh lintasan bersih dari ranjau.

“Kereta itu menghemat aktu, berangkat dari Baghdad dan tiba pukul 8 pagi di tujuan sesuai dengan jadwal. Ini juga lebih murah daripada mobil yang sekali jalan bisa menghabiskan tiga ribu dinar Irak (US$3,50) untuk tiket,” ujar seorang penumpang Thamer Mohammed.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari laman straitstimes.com (11/11/2018), dengan menggunakan kereta, maka masyarakat tak lagi perlu berhenti dan melakukan pengecekan di pos pemeriksaan serta terhindar dari kecelakaaan di jalanan. Kembali beroperasinya kereta ini, masyarakat yang juga para komuter melihatnya sebagai metafora untuk negara dimana keamanan telah cukup meningkat untuk memungkinkan jalur yang tidak terganggu melalui desa yang dikuasai selama bertahun-tahun oleh ISIS.

Meski begitu, kereta yang baru kembali mengular tersebut tidak bisa melaju dengan kecepatan tinggi dan tak melebihi 100 km per jam nya. Jendela-jendela kereta yang pecah karena anak-anak yang bermain melemparinya dengan batu saat melintas.

“Saya berharap layanan ini akan terus berjalan, tetapi dalam beberapa hari terakhir ada penundaan. Kadang-kadang kehabisan bahan bakar dalam perjalanan, atau mengalami kegagalan teknis,” ujar Mohammed lagi.

Seorang pejabat operator nasional Irak Railways Republik, Abdul Sittar Muhsin mengatakan, perusahaan kereta sangat membutuhkan dana untuk menjaga layanan tetap berjalan.

“Kami melakukan ini dengan uang perusahaan dan kami beroperasi pada kerugian,” ujar Muhsin.

Para pejabat kereta api berharap untuk memulihkan layanan sampai ke perbatasan Suriah. Jaringan rel Irak, yang dikembangkan selama periode mandat Inggris dan di bawah pemerintahan partai Baath pada 1960-an, digunakan untuk melakukan peregangan ke Istanbul dan Aleppo di Suriah melalui Mosul di Irak utara.

Baca juga: Ribuan Warga Turin Unjuk Rasa Dukung Hadirnya Kereta Berkecepatan Tinggi ke Lyon

Konflik dengan Iran pada 1980-an, sanksi PBB pada 1990-an dan kekerasan sejak itu telah menghancurkan sebagian besar jaringan lama, selain dari layanan reguler ke Basra dan sekarang Falluja. Rencana untuk melampaui Falluja mungkin ambisius dengan trek dikubur di pasir dan pasukan Irak telah diperkuat di perbatasan setelah serangan balik ISIS baru-baru ini di Suriah. Untuk saat ini, garis Falluja adalah langkah maju yang besar.

“Luar biasa, saya dapat secara teratur melihat anak saya sekarang yang menikahi seorang pria dari Fallujah. Saat ini, semuanya baik-baik saja,” kata seorang wanita.