Siap Layani Penumpang, PT MRT Jakarta Kerahkan 3 Shift Karyawan di Setiap Stasiun

(MRT Jakarta)

Dengan beragam persiapan, kereta MRT Jakarta rencananya akan mulai beroperasi penuh pada akhir Maret 2019. Sebagai moda transportasi yang benar-benar baru di Republik ini, maka ada sejumlah fakta unik yang terkait MRT yang teknologinya berasal dari Jepang ini. Salah satunya adalah tentang komposisi tenaga kerja yang akan melayani di setiap stasiun.

Baca juga: Jamin Kelancaran Saat Uji Coba Gratis, PT MRT Jakarta Berlakukan Kuota Penumpang Per Hari

Berdasarkan penuturan Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar, disebutkan bahwa di setiap stasiun MRT nantinya jumlah tenaga kerja akan dibagi ke dalam 3 shift, dimana setiap shift akan terdiri dari 12 sampai 24 orang. “Banyaknya jumlah personel pada tiap shift akan diperhitungkan dari besar kecilnya area stasiun,” ujar William.

Adapun komposisi kekuatan pada tiap shift, dipimpin oleh seorang station manager yang membawahi staf keamanan dan staf kebersihihan (cleaning service). Pembagian tiga shift ini sendiri dikarenakan MRT Jakarta akan mulai beroperasi sejak pukul 05.00 pagi hingga 24.00 WIB. Pengoperasian keretanya sendiri akan ada sepuluh menit sekali dari setiap stasiun.

Dari 13 stasiun, masing-masing akan berbeda jumlah sumber daya manusianya yang akan menjalankan dalam tiga shift tersebut. Berikut ini dirangkum KabarPenumpang.com dari data MRT Jakarta, stasiun Lebak Bulus akan berisikan 18 orang dimana enam diantaranya ada stasiun tim yang terdiri dari stasiun manajer, staf stasiun dan cleaning service dan 12 lainnya adalah petugas keamanan.

Stasiun Fatmawati ada 17 orang, lima orang stasiun tim dan 12 keamanan. Stasiun Cipete 17 orang, Stasiun Haji Nawi 17 orang, Stasiun Blok A 18 orang, Stasiun Blok M 19 orang, Stasiun Sisingamangaraja 15 orang dan Stasiun Senayan 13 orang. Sedangkan di Stasiun Istora Senayan, Benhil dan Setiabudi memiliki jumlah yang sama yakni 13 orang. Untuk Stasiun Dukuh Atas 16 orang dan Bundaran HI 17 orang.

Pembagian per shift ini akan dilaksanakan ketika MRT Jakarta sudah resmi beroperasi di Maret mendatang. Tak hanya itu, saat ini 17 instruktur masinis, 54 masinis dan 12 pengendali OCC sudah dinyatakan lulus sertifikasi pada 11 Februari 2019 kemarin.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, untuk uji coba yang akan mulai beroperasi bagi masyarakat secara gratis sejak 12 Maret besok pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

“Waktu operasional pelibatannya pun mulai dari 08.00 hingga 16.00 WIB. Kami juga akan mulai uji coba pada 12 Maret dengan kuota dari 4000 orang perhari hingga jumlah 28.800 orang di 24 Maret atau sebelum benar-benar beroperasi,” ujar William.

Bagi masyarakat yang akan menjadi penumpang dalam uji coba bisa mendaftarkan diri secara online di webstie resmi PT MRT Jakarta yakni www.jakartamrt.co.id/ayocobamrtj. Nantinya masyarakat sebagai calon penumpang akan mengisi nama, umur, jenis kelamin dan identitas lainnya. Kemudian mendaftarkan rencana perjalanan yakni waktu dan stasiun keberangkatan.

Baca juga: MRT Jakarta Siapkan Langkah Keselamatan dan Sediakan Ruang Medis

Calon penumpang nantinya akan menerima email konfirmasi yang berisi rincian informasi dan QR Code. Tiba di stasiun, penumpang membawa hard copy email konfirmasi dan menunjukkan QR Code ke petugas stasiun. Tak hanya itu penumpang juga akan mendapat stiker yang disesuaikan dengan waktu kedatangan di stasiun yakni merah pukul 08.00-10.00, biru pukul 10.00-12.00, kuning 12.00-14.00 dan hijau pukul 14.00-16.00.