Stasiun Citayam Ternyata Sudah Ada Sejak Zaman Kolonial Belanda

0
Stasiun Citayam (Media Indonesia)

Siapa yang tak tahu dengan Stasiun Citayam? Ternyata Stasiun yang ada di daerah Jawa Barat ini dibangun pada masa Kolonial Belanda. Dibangun oleh perusahaan kereta api swasta Nedherlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM), yang pada masa itu namanya Halte Citayam.

Baca juga: Stasiun Sukaresmi – Dari 2014 Hingga Kini Belum Juga Resmi Dibangun 

Stasiun ini pada masa Kolonial Belanda digunakan sebagai tempat perhentian naik dan turun penumpang serta barang. Saat itu ada empat kereta yang berhenti di Halte Citayam ini berdasarkan jadwal kereta yang dikeluarkan NISM pada Jumat, 31 Januari 1873 silam.

Stasiun Citayam dengan nama ejaan lama pada masa Kolonial Belanda (inilahdepok.com)

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, kereta ini terbagi dua perjalanan yakni dari Jakarta menuju Bogor dengan KA No.2 dan No.14 serta dari Bogor menuju Jakarta dengan KA No.7 dan No.17. Pada masa itu, perjalanan dari Stasiun Jakarta ke Halte Citayam membutuhkan waktu hampir dua jam dan Citayam menuju Bogor sekitar 45 menit.

Namun pada tahun 1913, operasional kereta api relasional Jakarta ke Bogor diambil alih oleh perusahaan kereta api negara Staatssporwegen (SS). Pengambil alihan operasional dari NISM ke SS sendiri memberikan keuntungan pada perjalanan kereta api Jakarta-Bandung via Bogor yang tidak perlu berganti kereta lagi.

Setelah kemerdekaan, Djawatan Kereta Api yang kini menjadi PT KAI melakukan klasifikasi stasiun untuk menentukan fasilitas dan kondisi kebutuhan pengangkutan. Melalui Surat Keputusan DDKA No. 20493/BB/54 tanggal 16 Maret 1954 ditetapkan klasifikasi stasiun menjadi 6 kelas, yakni Stasiun Besar, Stasiun Kelas 1, Stasiun Kelas 2, Stasiun Kelas 3, Stasiun Kelas 4, dan Stasiun Kelas 5.

Pada klasifikasi ini ternyata Stasiun Citayam masuk dalam kategori stasiun kelas 5. Stasiun yang sering disebut Stasiun Citayem ini terletak tepat di perbatasan antara kelurahan Bojong Pondok Terong, Cipayung, Depok, dengan Kelurahan Pabuaran, Bojonggede, Bogor.

Stasiun Citayam berada pada ketinggian +120 meter di atas permukaan laut dan dioperasikan oleh Daerah Operasional (Daop) 1 Jakarta. Stasiun ini merupakan stasiun yang lokasinya paling selatan di Kota Depok dan paling utara di Kabupaten Bogor. Sisi utara stasiun ini termasuk dalam wilayah Kota Depok, sedangkan sisi selatannya sudah termasuk wilayah Kabupaten Bogor.

Meskipun bernama Citayam, stasiun ini tidak terletak di Citayam, Tajur Halang, Bogor. Sumber penamaan stasiun ini berasal dari Jl.Raya Citayem, yang terletak di Kelurahan Bojong Pondok Terong, Cipayung, Depok. Di seberang Jalan Raya Citayam dari stasiun ini ada pusat perbelanjaan Pasar Citayam. Dari sini ada percabangan ke Stasiun Nambo.

Jalur ini awalnya dibuat untuk membuat jalur lingkar dari Stasiun Parung Panjang hingga Stasiun Cikarang. Namun karena krisis hebat pada tahun 1998 dan jatuhnya presiden Soeharto, maka jalur ini menganggur selama dua tahun. Setelah dua tahun, PT Kereta Api mengoperasikan KRD Manggarai-Nambo pp.

Baca juga: Sejarah Singkat Kereta di Pulau Jawa, Butuh 36 Tahun Untuk Hadirkan Jaringan Sepanjang 3.000 Km! 

Sayangnya karena kereta yang sudah kuno dan okupansi yang rendah maka jalur ini ditutup pada 2006. Tetapi 1 April 2015, jalur cabang ke Nambo mulai melayani KRL Commuter Line. Ke arah utara stasiun ini, sebelum Stasiun Depok, terdapat Halte Pondok Terong yang sudah tidak aktif karena okupansi yang minim dan juga karena pembangunan jalur ganda Jakarta-Bogor.

LEAVE A REPLY