Stasiun Jatinegara, Gerbang Keluar Masuk Jalur Kereta di Ibu Kota

0
Stasiun Jatinegara masa kini

Siapa yang tak kenal dengan Jatinegara? Wilayah yang terletak di Jakarta Timur ini hampir setiap hari ramai dengan masyarakat baik yang ingin belanja ke pasar maupun hanya sekedar lewat atau menuju stasiun. Tapi, tahukah Anda stasiun Jatinegara dulu juga pernah seramai jalanan dan pasar Jatinegara?

Baca juga: Manggarai, dari Tempat Budak Hingga Menjadi Stasiun Terbesar di Jakarta

Ya, karena dulu semua penumpang yang akan bepergian memulai tujunnya dari stasiun Jatinegara ke berbagai tempat. Baik tujuan Jabodetabek ataupun kereta jarak jauh di Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta hingga Jawa Timur.

Sebab stasiun ini adalah tempat bertemunya tiga jalur kereta yakni Pasar Senen, Manggarai dan Bekasi serta dilewati ratusan kereta api setiap harinya. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber bahwa stasiun Jatinegara merupakan stasiun kereta api kelas satu.

Stasiun tersebut berada di antara Jatinegara dan Matraman tepatnya di Kelurahan Pisangan Baru, Matraman, jakarta Timur. Terletak di ketinggian +16 meter diatas permukaan laut, stasiun Jatinegara masuk dalam Daerah Operasional I Jakarta.

Stasiun Jatinegara awalnya bernama Staats Spoorwegen (SS) kemudian menjadi Meester Cornelis, diambil dari panggilan murid kepada seorang guru yang mengajar, mendirikan sekolah dan berkotbah di kawasan tersebut yakni Cornelis Senen. Kemudian pada masa penjajahan Jepang yang tidak suka adanya istilah Belanda.

Nama tersebut diganti menjadi Jatinegara dengan arti Negara Sakti sebutan dari Pangeran Jayakarta yang dulu mendirikan perkampungan Jatinegara Kaum. Stasiun ini dibangun sejak tahun 1910 dan diperkirakan dirancang oleh seorang arsitek bernama Ir S Snuyff dan telah mengalami renovasi namun tidak menghilangkan bentuk asli dari bangunan stasiun itu sendiri.

Sayangnya stasiun Jatinegara sudah berbeda dengan beberapa tahun lalu, saat ini tidak lagi menaikkan penumpang keluar Jabodetabek dan hanya bisa menurunkan penumpang saja. Karena hal tersebut, maka stasiun Jatinegara menjadi lebih sepi.

Stasiun Jatinegara tempoe doeloe

Namun, stasiun ini menjadi gerbang kedatangan berbagai penumpang kereta dari arah timur Jawa yakni Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Tengah hingga kereta dari Jawa Barat. Tak hanya itu, stasiun Jatinegara sendiri menjadi stasiun favorit bagi penumpang yang akan mengunjungi kota jakarta bagian Timur dan Selatan atau bisa dikatakan lebih dekat dibanding turun di stasiun Gambir atau Senen.

Mirisnya, meski menjadi stasiun favorit penumpang turun karena letaknya yang strategis, jalanan depan stasiun Jatinegara ini bisa dikatakan tidak layak. Sebab banyak angkutan umum yang ngetem, bahkan bila malam hari, pedagang ramai berjualan di depan stasiun ini sehingga membuat jalanan sulit untuk dilewati kendaraan.

Memang meski sepi penumpang ke luar kota, tetapi penumpang KRL masih tetap meramaikan stasiun ini. Sebab penumpang KRL tujuan Jabodetabek masih bisa naik dan turun dari stasiun ini.

Baca juga: Jejak Sejarah Yang Terlupakan, Stasiun Gambir Dulunya Adalah Tanah Rawa

Diketahui, KRL sendiri sudah ada di Jakarta sejak tahun 1925 dan saat itu pengelolaannya dipegang oleh Belanda. Bukan hanya di wilayah Jakarta, namun di seluruh Jawa di kuasai oleh Belanda. Namun sejak kemerdekaan RI, kereta api telah diambil alih oleh pemerintah sejak tanggal 28 September. Sehingga pada tanggal tersebut diperingati Hari Kereta Api Indonesia.

 

Leave a Reply