Stiker “Taksi Bandara,” Apa Guna dan Manfaatnya Buat Penumpang?

Organda.id

Sudah jamak kita melihat taksi yang berseliweran dengan stiker “taksi bandara,” umumnya stiker ini ditempel pada kaca belakang, atau beberapa taksi ada juga menempatkan stiker pada pintu bekalang. Ada taksi dengan label taksi bandara, tapi lebih banyak lagi taksi yang beroperasi tanpa stiker tersebut. Lantas apa makna dari label taksi bandara tersebut? Adakah keuntungan khusus bagi penumpangnya?

Seperti di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), setidaknya saat ini ada delapan operator taksi yang mengusung label stiker taksi bandara Soetta. Ada regulasi yang harus diikuti oleh para pemilik operator taksi. Dengan surat keputusan yang telah dibuat oleh Dirjen Perhub Darat No. 278/AJ.2016/DRDJ/2016 tentang penetapa kebutuhan kendaraan taksi Jabodetabek Pelayanan dari dan ke Bandara Soetta.

Dalam surat keputusan dengan tembusan ke Menteri Perhubungan ini ada 11 ketetapan tentang taksi yang bisa melakukan pelayanan dari dan ke Bandara Soetta. Yang terpenting adalah taksi-taksi tersebut memiliki pool di dekat bandara Soetta, memiliki badan hukum yang sah, memiliki armada yang layak beroperasi dengan minimal 100 kendaraaan, umur kendaraan maksimal tiga tahun untuk taksi regular dan lima tahun untuk taksi eksekutif.  Tak hanya itu, kebutuhan di dalam taksi yakni argometer yang sesuai standar harus ada, dan terakhir, memiliki stiker bandara Soetta.

Wartakota
Wartakota

Sayangnya, dengan adanya stiker dari bandara ini, justru tidak memberikan keuntungan apapun bagi penumpang taksi. Malahan, penumpang merasa lebih mahal dibandingkan naik taksi tanpa stiker. Kenapa begitu? Salah satunya, karena saat kita menggunakan taksi yang memilki embel-embel atau stiker bandara, justru akan nada tambahan biaya atau charge sesuai dengan tujuan Anda. Biasanya dibagi beberapa wilayah dan nantinya ditambahkan sesuai argo yang tertera di argometer.

Salah satu contohnya yakni, saat Anda menggunakan satu dari delapan operator taksi yang mangkal di Bandara Soetta, saat masuk ke dalam taksi, Anda akan diberi lembaran kertas dengan biaya charge sesuai tujuan. Bila menuju Ancol, Kemayoran dan sekitarnya biasanya Anda akan dikenakan tambahan biaya sekitar Rp12 ribu di tambah dengan biaya pintu tol dan tarif taksi yang tertera di argometer. Bayangkan, karena penambahan biaya ini, tarif taksi Anda justru semakin mahal.

Sebenarnya lebih untung menggunakan taksi tanpa stiker, atau layanan berbasis online seperti Uber, GrabCar dan GoCar. Namun khusus untuk bisa naik layanan berbasis online (non taksi resmi) memang harus tahu seninya, bila tidak hati-hati justru nasib pengemudi online yang apes harus menerima hukuman push-up dari pihak keamanan bandara.