Taksi di Selandia Baru Gunakan Kode QR Guna Lacak Penumpang yang Terinfeksi Covid-19

0
Pemilik Marlborough Taxis Jim Watson telah mengatur kode QR unik untuk setiap taksi, sejalan dengan aturan pelacakan kontak (stuff.co.nz)

Seorang pemilik taksi Marlborough menghubungi hotline pemerintah untuk bertanya terkait New Zealand (NZ) Covid Tracer App setelah mendengar semua bisnis di bawah level siaga 2 harus menampilkan kode QR unik pada pukul 11.59 di hari Rabu (19/8/2020). Jim Watson pemilik taksi Marlborough mengatakan, dirinya langsung bertanya-tanya apakah taksi harus menampilkan kode QR unik meski pengumuman tidak menyebut kendaraan tetapi hanya tempat.

Baca juga: Dari Kode QR Hingga Media Sosial, Inilah Empat Cara Cina Lacak Covid-19

Sebab saat ini masyarakat yang memiliki aplikasi di ponsel mereka akan memindai kode QR unik tersebut sebagai alternatif lebih cepat dibandingkan menulis data secara manual pada setiap tempat yang dikunjungi. Hal tersebut harus dilakukan untuk membantu kementerian melacak kemungkinan kontak dengan orang yang terinfeksi Covid-19.

Karena kode QR unik ini, Watson mengingat bahwa armada mereka pernah membawa orang yang terinfeksi Covid-19 dari bandara tanpa mengetahuinya dan itu membuatnya takut serta kepercayaan pada orang lain sedikit memudar. Dia menceritakan, saat itu pengemudi taksinya mengangkut seorang penumpang pria dengan gejala Covid-19 dari Bandara Marlborough ke Rumah Sakit Wairau di Blenheim pada 24 Maret lalu.

Dia menjelaskan pengemudi taksi itu tidak mengetahui penumpangnya positif Covid-19 sampai dia dilacak dua bulan kemudian. Watson mengatakan, mereka sering dilupakan dan tidak mendapatkan dukungan yang sama dengan para pekerja lainnya. Adanya kabar itu yang membuat dirinya menghubungi hotline pemerintah untuk mengetahui apakah taksi perlu kode QR unik. Tetapi yang didapat adalah dirinya dilempar dari bagian yang satu ke bagian lainnya.

Dilansir KabarPenumpang.com dari stuff.co.nz (18/8/2020), Watson mengaku, ketika bertanya hal itu, mereka mengatakan, dia harus memiliki kode tersebut di taksi dan istrinya kemudian mencetaknya.

“Tapi kemudian kami menyadari itu terlalu besar untuk muat di taksi dengan papan nama saya yang lain, dan itu harus di pintu. Jadi kami menelepon lagi, dan mereka tidak tahu apakah Anda dapat mengubah ukurannya. Mereka menghubungkan saya dengan sekitar tiga orang yang berbeda, hanya untuk memberi tahu saya jika Anda menyusutkan dan memindai dan berfungsi, itu pasti baik-baik saja,” jelasnya.

Setelah itu, Watson kembali bertanya apakah mereka membutuhkan kode QR unik berbeda untuk setiap armada mereka? Tetapi hal itu tidak di jawab, namun ingin tahu pengemudi mana yang membawa penumpang sehingga kode yang dimiliki akan berbeda satu dan lainnya. Karena Kebingungan, Watson kemudian bertanya pada Federasi Taksi NZ dan meminta saran dari Kementerian Transportasi sebelum mengedarkan pemberitahuan ke semua perusahaan taksi dan menjelaskan taksi individu harus memiliki kode QR unik mereka sendiri.

“Itu semua taksi, shuttle, Uber atau apa saja yang membawa penumpang berkeliling dengan tarif tertentu. Apakah mereka tahu bahwa mereka membutuhkannya? Dan siapa yang memantau kepatuhan? Itu ide yang bagus tapi sangat sulit untuk mendapatkan jawaban, dan kami bisa saja dilanggar, meskipun tidak ada yang memberi tahu kami secara langsung,” ujarnya.

Baca juga: Aplikasi Rideshare dan Taksi Kanada Persiapkan Diri untuk Cegah Covid-19

Bersamaan dengan kode yang dipasang di pintu penumpang, Watson juga telah mencetak kode laminasi longgar untuk diedarkan di dalam kendaraan. Dia ingin memberi kesan kepada penumpang betapa pentingnya mereka menggunakan kode QR unik, atau mencatat taksi mana yang mereka gunakan.

Leave a Reply