Tanggapi Kisruh di Hong Kong, Inilah Kebijakan dari Singapore Airlines

Demonstrasi di Hong Kong International Airport. Sumber: istimewa

Mengingat kondisi di Hong Kong masih belum sepenuhnya kondusif untuk ‘mendarat’, flag carrier Garuda Indonesia melalui Vice President Corporate Secretary M. Ikhsan Rosan menghimbau agar penumpang mengecek kepastian schedule penerbangan baik melalui laman resmi Hong Kong International Airport maupun dari pihak maskapai. Namun langkah berbeda ditempuh oleh maskapai asal Negeri Singa, Singapore Airlines.

Baca Juga: Garuda Indonesia: Penerbangan dari dan ke Hong Kong Kembali Dibuka, Penumpang Diminta Update Kepastian Jadwal Terbang

Tidak bisa dipungkiri, Hong Kong merupakan salah satu destinasi favorit penumpang maskapai berkode SIA ini. Namun kerusuhan yang terjadi akibat sengkarut RUU Ekstradisi telah mengubah peta pendapatan hampir semua maskapai yang membuka rute penerbangan menuju Hong Kong. Pemberitaan terakhir terkait kisruh ini menyebutkan, maskapai asli Hong Kong, Cathay Pacific telah menangguhkan penjualan tiket di Hong Kong.

Awak kabin Cathay Pacific mengaku mendapatkan ‘perlakuan’ yang tidak menyenangkan setibanya mereka di Cina daratan, dimana otoritas di sana khawatir ada demonstran yang menyelundup. Ya, Cathay Pacific memang menyumbang demonstran dalam jumlah yang sangat banyak – total 1.200 pilot dan awak kabin yang ikut turun ke jalan menyuarakan pendapatnya, menentang kebijakan yang diambil oleh otoritas Cina daratan.

Nah, mengingat kondisinya yang belum juga mereda, Singapore Airlines yang juga mengoperasikan rute penerbangan menuju Hong Kong memiliki kebijakan berbeda dengan kedua maskapai di atas. Melalui Public Relation Manager Singapore Airlines Indonesia, Glory Henriette mengatakan bahwa maskapai akan melakukan divert (pengalihan pendaratan) apabila kondisi di Hong Kong International Airport (HKIA) tidak kondusif untuk didarati oleh burung besi milik induk perusahaan dari SilkAir ini.

“Jadi sebelum pesawat terbang, kami akan melakukan pengecekan terlebih dahulu di HKIA, apakah pesawat kami bisa landing atau tidak (di HKIA),” tutur Glory yang ditemui KabarPenumpang.com ketika perhelatan Singapore Airlines – BCA Travel Fair 2019 (23/8) di Gandaria.

“Dan setelah pesawat landing, apakah penumpang kami aman, bisa keluar dari pesawat apa tidak,” tandasnya.

Lalu jika penumpang dinyatakan tidak aman untuk turun di HKIA, lanjut glory, maka pihak Singapore Airlines akan minta ijin untuk mengalihkan (divert) penumpang menuju kota terdekat dari Hong Kong.

“Sempat juga ada tanggal dimana pesawat yang meninggalkan Hong Kong berada dalam kondisi kosong tanpa penumpang. Ini merupakan dampak dari pemblokiran bandara oleh demonstran,” lanjut wanita paruh baya ini.

Namun bagi Anda yang sudah kadung mengantongi tiket Singapore Airlines, tapi masih ragu untuk menyambangi Hong Kong, Anda tidak perlu khawatir karena pihak maskapai selalu berkoordinasi dengan otoritas bandara untuk memastikan keselamatan dan keamanan penumpang.

Baca Juga: Situasi Tak Kunjung Kondusif, Cathay Pacific Tangguhkan Penjualan Tiket di Hong Kong

“Intinya bagi Singapore Airlines adalah keamanan penumpang … Kami juga bekerja sama dengan airport authority dan civil aviation di sana untuk menjamin keamanan penumpang. Jadi selama itu (penerbangan ke Hong Kong) aman, kami akan terbang. Tapi jika tidak, maka kami tidak akan terbang,” terangnya.

Lain cerita jika penumpang masih tetap enggan untuk terbang ke Hong Kong walaupun sudah mendapatkan ‘jaminan’ dari pihak Singapore Airlines. Di sini, maskapai akan mengijinkan penumpang untuk membatalkan tiket penerbangan mereka tanpa dikenai penalti – termasuk tiket special fare.

“Kami paham jika ada penumpang yang masih enggan terbang karena kondisinya yang tidak memungkinkan, untuk itu kami ijinkan mereka untuk re-route hingga melakukan pembatalan tanpa kena charge apapun.” tutupnya.