Terdampak Kecelakaan Ethiopia Airlines, Siapa Saja yang Melarang Pengoperasian Boeing 737 MAX 8?

Penerapan Scimitar Winglet Dapat Mendukung Efisiensi Bahan Bakar
Boeing 737 MAX

Belakangan ini, pemberitaan di sektor aviasi global tengah menyoroti masalah ditangguhkannya sejumlah armada Boeing 737 MAX 8 pasca dua kecelakaan mematikan dalam rentang waktu kurang dari enam bulan – Lion Air JT610 di Tanjung Karawang (29/10/2018) dan yang baru-baru ini terjadi adalah jatuhnya Ethiopia Airlines ET302 pada Minggu (10/3/2019), di Addis Ababa, tidak lama setelah lepas landas.

Baca Juga: Setelah Indonesia, Otoritas Penerbangan Singapura Resmi Temporary Grounded Boeing 737 MAX 8

Berlandaskan dua insiden mematikan ini, ternyata cukup membuat sejumlah regulator dari berbagai negara untuk menghimbau kepada para maskapai untuk menghentikan sementara pengoperasian dari Boeing 737 MAX 8. Memang, tidak ada kesamaan rinci antara kecelakaan yang melibatkan Lion Air atau Ethiopia Airlines, kedua kecelakaan ini juga sama-sama tengah diinvestigasi lebih lanjut. Namun sehubungan dengan adanya kesamaan pada jenis moda yang digunakan, ini cukup untuk dijadikan alasan di balik himbauan penghentian operasi dari Boeing 737 MAX 8.

Menurut data yang dimiliki oleh Federal Aviation Administration (FAA), terdapat sekitar 350 armada Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan oleh 54 operator penerbangan di seluruh dunia – termasuk Lion Air dan Garuda Indonesia.

KabarPenumpang.com mengutip dari laman cnn.com (12/3/2019), adapun sejumlah negara atau maskapai yang menghentikan pengoperasian dari Boeing 737 MAX 8 adalah Ethiopia Airlines, Cina (China Airlines, China Eastern, dan China Southern), Indonesia (Lion Air dan Garuda Indonesia), Aeromexico, Aerolineas Argentinas, Cayman Airways, Comair Airways, Eastar Jet, TUI Airways, GOL Linhas Aéreas (Brazil), Malaysia, Jerman, dan Icelandair.

Seolah enggan berspekulasi, para maskapai dan sejumlah negara tersebut menghimbau untuk tidak mengoperasikan terlebih dahulu setiap armada Boeing 737 MAX 8 yang mereka miliki – mayoritas mengedepankan alasan keselamatan penumpang.

Baca Juga: Alvin Lie: Pemerintah Indonesia Sebaiknya Tidak Terbangkan Dulu Boeing 737 MAX 8

Jika ditelisik lebih dalam lagi, ternyata ada juga negara dan maskapai yang malah melarang pengoperasian dari keluarga Boeing 737 MAX – Singapura, Australia, Otoritas Penerbangan Sipil Inggris, Oman, Norwegian Airlines, Perancis, Irlandia, dan Turkish Airlines.

Kendati sudah banyak negara dan maskapai yang menghentikan sementara pengoperasian dari Boeing 737 MAX 8 – bahkan keluarga Boeing 737 MAX, namun masih saja ada maskapai yang mengoperasikan armada yang tengah ramai diperbincangkan ini. Sebut saja American Airlines, Southwest Airlines, United Airlines, Fiji Airways, Flydubai, dan WestJet.