Terlalu Sering Alami Delay, Bandara Beijing Raih Predikat Kelima Terburuk di Asia

0
Beijing Capital International Airport. Sumber: flickr.com

Tidak melulu sebuah penghargaan atau predikat yang melekat dapat dibanggakan, sebut saja Bandara Beijing di Cina yang mendapat predikat sebagai bandara dengan pelayanan terburuk kelima di sektor Asia. Penganugerahan predikat ini tidak lepas dari volume kepadatan penumpang dan tingkat penundaan penerbangan yang sangat tinggi dari bandara ini, terlepas dari masalah teknis atau non-teknis yang melatarbelakanginya. Biasanya, penumpang enggan menerima alasan tersebut dan hanya berpatokan pada “penerbangan yang delay”.

Baca Juga: Tujuh Bandara Ini Jadi Yang Terbaik Untuk Fasilitas Nursery Room

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thebeijinger.com (19/10/2017), predikat sebagai bandara dengan pelayanan terburuk kelima di Asia ini didapatkan dari survei yang dilakukan oleh Sleeping in Airports, sebuah laman jejaring yang ditujuan untuk menentukan kualitas suatu bandara dengan menjadikan pelayanan dan fasilitas istirahat yang disajikan sebagai poin utama penilaiannya.

Survei yang dilakukan oleh situs tersebut juga menyebutkan bahwa Bandara Beijing merupakan bandara terburuk untuk disinggahi kedelapan di dunia. Penilaian tersebut diindikasikan dari kurangnya zona istirahat gratis, kabin tidur, dan tempat tidur bayi di bandara yang dioperasikan oleh Beijing Capital International Airport Company Limited ini.

Walaupun di bandara tersebut menyediakan kamar yang dapat disewa oleh publik, namun harga yang ditawarkan tidaklah murah, yaitu sebesar 80 Renminbi atau yang setara dengan Rp164.000 untuk durasi 1 jam di kamar dengan single bed; 300 Renminbi atau setara dengan Rp613.000 untuk durasi satu malam. Tentunya harga tersebut akan membuat si calon penyewa kamar geleng-geleng, sangat mahal untuk ukuran kamar dengan single bed.

Tapi, ‘pencapaian’ yang berhasil di raih Bandara Beijing masih berada di bawah Bandara Internasional Guangzhou Baiyun. Bandara yang terletak di Provinsi Guangdong ini menduduki peringkat ketiga kategori bandara terburuk di Asia tahun 2017, peringkat keempat kategori bandara terburuk untuk disinggahi, dan bandara terburuk ke-17 di dunia (dilihati dari segala aspek).

Sebenarnya, volume penumpang di Bandara Beijing ini meningkat drastis tatkala akses menuju bandara yang terletak di sebelah selatan pusat kota Beijing ini rampung dan menjadikannya sebagai bandara tersibuk kedua di dunia pada tahun 2010 silam. Senada dengan Sleeping in Airports, situs informasi perjalanan udara milik Amerika, flightStats.com juga menempatkan Bandara Beijing sebagai bandara yang paling sering terlambat menerbangkan penumpang pada tahun 2013 silam, dimana hanya 18,3 persen penerbangannya yang berangkat tepat waktu.

Baca Juga: Berada di Atas Awan, Daocheng Yading Jadi Bandara Tertinggi di Dunia!

Tapi, tidak melulu soal pemberitaan buruk mengenai keterlambatan dan buruknya pelayanan yang menyelimuti bandara ini. Sebuah majalah yang mengulas tentang science and technology, Popular Mechanics pernah menempatkan Bandara Beijing sebagai salah satu dari 20 bandara paling mengesankan di dunia. Anda akan sependapat dengan Popular Mechanics manakala memasuki Terminal 3, hall sepanjang dua mil di bandara ini menampilkan perpaduan warna kontekstual khas kebudayaan Cina. Dan konsep tersebut merupakan simbolisasi dari seekor naga, hewan mitologi khas Negeri Tirai Bambu.

Leave a Reply