Ternyata, Olimpiade 1964 Punya Pengaruh Penting Bagi Jaringan Kereta Shinkansen

Dalam waktu kurang lebih 20 bulan ke depan, seluruh perhatian dunia akan tertuju ke Negeri Sakura. Bukan tanpa alasan, sebab jika tidak ada aral melintang, perhelatan Olimpiade Musim Panas 2020 akan di adakan di Tokyo sejak tanggal 24 Juli hingga 9 Agustus 2020. Ini merupakan kali ketiga bagi Jepang menjadi tuan rumah dalam ajang olahraga empat tahunan ini, setelah sebelumnya Olimpiade ke-VII pada tahun 1940, dan Olimpiade ke-XVIII pada tahun 1964. Lalu, apa yang spesial dari ajang olahraga internasional ini?

Baca Juga: Armada Anyar Shinkansen Siap Mengular Pada 2020 Mendatang

Olimpiade Tokyo 1964 kerap kali dijadikan sebagai salah satu momen penting dalam perkembangan negeri para samurai ini. Selain kala itu Jepang mendapatkan kehormatan sebagai tuan rumah Olimpiade, tapi ajang ini juga menandakan kebangkitan negara Jepang yang modern.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman teamusa.org (1/1/2019), kebangkitan Jepang ini disebabkan oleh perkembangan infrastruktur negara yang pesat, terutama dalam hal pembangunan jaringan kereta berkecepatan tinggi atau yang biasa disebut Shinkansen. Kala itu, teknologi yang digunakan oleh kereta Shinkansen tergolong sebagai yang paling modern dan paling mutakhir.

Jaringan kereta Shinkansen ini pertama kali dibuka pada tanggal 1 Oktober 1964, atau hanya berselang sembilan hari sebelum opening ceremony ajang olahraga tersebut. Waktu pembangunan jaringan Shinkansen pertama ini juga tergolong cukup cepat, hanya memakan waktu lima tahun. Sedangkan rute pertama dari jaringan kereta Shinkansen ini adalah Tokaido Line, yang menghubungkan Tokyo dan Osaka. Kendati belum secepat sekarang, namun waktu tempuh antara Osaka dan Tokyo dapat dipersingkat menjadi empat jam saja, dengan kecepatan 130 mil per jam. Jika ditempuh dengan menggunakan moda darat lain, dibutuhkan waktu sekira tujuh jam.

Seiring dengan perkembangan jaman, kini antara Tokyo dan Osaka yang terpaut jarak sekitar 515 km ini hanya membutuhkan waktu kurang dari dua setengah jam saja. Kini jaringan Shinkansen di seluruh negeri sudah mencapai panjang lebih dari 1.700 mil, dengan jangkauan di hampir seluruh negeri, dari mulai Sapporo di sebelah utara, hingga Kagoshima di sebelah selatan Jepang.

Lebih hebatnya lagi, Shinkansen berhasil mencatatkan satu pencapaian yang prestisius, yaitu tidak pernah mengalami satupun kecelakaan fatal setelah beroperasi lebih dari 50 tahun lamanya. Lain daripada itu, On Time Performance (OTP) dari Shinkansen juga tidak boleh diremehkan, pasalnya waktu keterlambatan pemberangkatan Shinkansen hanya terhitung dalam hitungan detik saja. Menurut Central Japan Railway Company, rata-rata waktu keterlambatan kereta Shinkansen hanya 24 detik saja.

Baca Juga: Terus Kembangkan Shinkansen, JR East Uji Coba ALFA-X

Ketika kereta Shinkansen masih terus mengalami perkembangan hingga saat ini, Jepang juga tengah membagi atensinya dengan jaringan kereta bertenaga levitasi magnetik (maglev) yang menurut perkembangan terakhir tengah masuk ke dalam tahap pengujian. Jadi, masih mau membantah bahwa Jepang bukanlah negara dengan jaringan kereta nomor satu di dunia?