Terkendala Sistem Pengereman, Ratusan Ribu Penumpang Shinkansen Padati Stasiun

sumber: cnn

Sebagai salah satu momen berharga untuk menghabiskan waktu bersama orang-orang tercinta, sudah seyogyanya jika ada banyak orang yang berbondong-bondong ‘plesiran’ di malam pergantian tahun, entah itu untuk pulang ke rumah dan berkumpul bersama keluarga atau hanya untuk sekedar berjalan-jalan. Bagi mereka yang malas menggunakan kendaraan pribadi, moda transportasi berbasis massal muncul sebagai opsi yang dapat digunakan warga untuk bermobilitas. Namun apa jadinya jika moda berbasis massal tersebut malah mogok ketika permintaan sedang tinggi-tingginya?

Baca Juga: Mendapat Tentangan dari Oposan, Beginilah Sejarah Singkat Kereta Cepat Shinkansen

Ya, inilah yang terjadi pada jaringan kereta peluru Shinkansen di Negeri Sakura kemarin, dimana salah satu armada yang mogok berdampak pada banyak jaringan Shinkansen lainnya. Antrean panjang dan kekacauan sudah tidak bisa dielakkan lagi di sejumlah stasiun kereta super cepat ini.

Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman soranews24.com (31/12/2018), kereta Shinkansen Tsubasa 177 yang mengular di jalur Tohoku – Yamagata via Yamabiko mengalami masalah pada sistem pengereman di Stasiun Tokyo pada Minggu (30/12/2018) sekira pukul 09.50 waktu setempat.

Menurut laporan yang beredar, armada Tsubasa 177 ini tidak dapat dialihkan menuju jalur lain dan terjebak di platform 23. Kereta ini sendiri terjebak selama hampir lebih dari satu setengah jam. Kendati begitu, ratusan jadwal perjalanan Shinkansen lainnya pun turut terdampak akibat insiden di kala peak season ini. Alhasil, penumpukan penumpang terjadi di sejumlah stasiun.

Menurut salah satu juru bicara dari JR East, semua kereta di jalur Tohoku, Joetsu, Hokuriku, Yamagata dan Akita Shinkansen tertunda selama lebih dari 90 menit pada pukul 15.00 waktu setempat.

Kondisi seperti ini dikabarkan semakin memburuk pada pukul 17.30 waktu setempat, dimana pihak JR East mengatakan penundaan jadwal keberangkatan ditambah menjadi dua jam.

Hingga pukul 21.30 waktu setempat, kondisi ini masih belum membaik dan luapan penumpang semakin menjadi-jadi. Tidak sedikit dari penumpang yang menanyakan soal kereta terakhir yang beroperasi.

Hingga pada akhirnya jadwal pemberangkatan kereta terakhir (22.45 waktu setempat), penundaan keberangkatan ini masih belum menemukan titik terang.

Baca Juga: Di Shinkansen, Toleransi Antar Penumpang Kereta Begitu Kuat

Tercatat, sekitar 228.700 penumpang terdampak insiden ini, dengan penundaan pemberangkatan pada sekitar 376 rute di jalur Shinkansen yang dioperasikan oleh JR East.