Ternyata, Sabuk Pengaman Lindungi Anda dari Lima Arah

Cara menggunakan sabuk pengaman mobil yang benar (Hello Sehat)

Sabuk pengaman alias safety belt bukan hal asing lagi dalam keseharian, namun tahukah seberapa besar bentuk perlindungan dari sabuk keselamatan ini? Menurut National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), lebih dari 15.000 nyawa diselamatkan setiap tahun di Amerika Serikat karena pengemudi dan penumpangnya memakai sabuk pengaman saat mereka dalam kecelakaan.

Baca juga: Warga UEA Setujui Aturan Penggunaan Sabuk Pengaman dan Car Seat

“Sabuk pengaman mencegah pengemudi dan penumpang kendaraan dari cedera serius dalam lima cara,” ujar Direktur Proyek Pencegahan Kecelakaan Lalu Lintas Pennsylvania, Angela Osterhuber yang dikutip KabarPenumpang.com dari everydayhealth.com. Osterhuber mengatakan lima cara perlindungan sabuk pengaman yakni, pertama menjaga pengemudi dan penumpang di dalam mobil, kedua menahan bagian tubuh yang paling kuat. Ketiga, dengan sabuk pengaman bisa menyebarkan kekuatan dari kecelakaan yang terjadi.

Keempat, menjauhkan tubuh dari luka-luka yang lebih serius dan kelima melindungi bagian vital tubuh seperti tak dan sumsum tulang belakang. Osterhuber mengatakan, bila menggunakan sabuk pengaman dengan benar adalah sebuah keharusan, dimana pengemudi dan penumpang melintangkan tali di pangkuan pas di pinggul dan area paha atas. “Jika sabuk naik ke atas perut, itu bisa menyebabkan luka serius dalam kecelakaan,” kata Osterhuber.

Baca juga: Foto Viral Ini Ingatkan Pentingnya Car Seat Untuk Anak

Poin kelima, sabuk pengaman yang melintang sebaiknya berada tepat di dada dan bahu Anda di antara payudara Anda. Jangan pernah membiarkan tali pengikat jatuh di leher atau wajah Anda dan jangan sekali-kali meletakkan tali di bawah lengan atau di belakang punggung Anda. “Salah satu dari posisi ini dapat menyebabkan cedera serius,” kata Osterhuber.

Sabuk pengaman untuk anak-anak dan bayi berbeda dengan orang dewasa sebab, anak-anak dan bayi memiliki struktur kerangka yang berbeda. “Usia, tinggi, dan berat badan menentukan cara teraman bagi seorang anak untuk bepergian,” ujar Osterhuber.

Menurut American Academy of Pediatrics, berikut beberapa pilihan yang tepat untuk anak Anda menggunakan sabuk pengaman.

1. Kursi pengaman anak menghadap kebelakang, Anak-anak usia dibawah 1 tahun dan memiliki berat kurang dari 9 kg harus duduk di kursi belakang.

2. Kursi pengaman anak yang disetujui oleh National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) dan harus ditempatkan di jok belakang mobil.

3. Kursi pengaman anak menghadap kedepan, bila usia anak 1 tahun dan memiliki berat lebih dari 9 kg harus duduk di kursi pengaman anak menghadap kedepan.

Baca juga: Maksimalkan Keselamatan Angkutan Lebaran, Armada Big Bird Dibekali Fasilitas Standar Internasional

4. Kursi harus ditempatkan di bagian belakang kendaraan sampai anak mencapai batas atas atau tinggi tertentu. Biasanya seorang anak akan berada di kursi anak hingga berusia sekita 4 tahun dan dengan berat mencapai 40 kg.

5. Kursi penyokong. anak-anak yang berusia 4 tahun atau lebih dan memiliki berat lebih dari 40 kg harus duduk di kursi penyokong. Sebab anak tersebut dapat dengan aman duduk menggunakan sabuk pengamannya dengan pas.

Baca juga: Lampu Sabuk Pengaman Mati, Waktu Yang Tepat Gunakan Toilet

Anak-anak bisa duduk tanpa bantuan kursi pengaman anak lagi saat mereka berusia 8 tahun dan minimal hingga berusia 13 tahun. Saat itu, anak-anak bisa dduk di jok belakang.

Dewan Keamanan Nasional baru-baru ini melaporkan penurunan korban tewas lalu lintas di tahun 2008, mengindikasikan rekor rendah sejak tahun 1920-an ketika mulai mempublikasikan laporan statistik. Salah satu alasan yang diberikan untuk penurunan adalah meningkatnya penggunaan sabuk pengaman.