Ternyata Senioritas Masih Jadi Patokan Panjang Pendek Rok Pramugari

Seragam pramugari (pegipegi.com)

Awak kabin perempuan atau yang biasa disebut pramugari ternyata memiliki rahasia dengan seragam yang mereka kenakakan saat bertugas. Selain warna, panjang pendek sebuah rok pramugari juga menjadi salah satu rahasia yang tidak diketahui penumpang dan masyarakat awam. Di Indonesia, maskapai plat Merah, Garuda Indonesia memiliki empat warna seragamnya dan ini menggambarkan tingkat atau posisi mereka dalam penerbangan.

Baca juga: Seragam Pramugari Garuda, Beda Warna, Beda Pula Arti dan Jabatannya

Dengan seragam berwarna toska, jingga, biru tua dan ungu, dimana pramugari berseragam toska dan jingga merupakan yang paling sibuk dalam kabin. Pramugari berseragam ungu adalah Maitre d’cabin salah satu posisi baru di kabin Garuda Experience dan biru tua digunakan oleh Flight Service Manager (FSM) yang memiliki jabatan langsung di bawah pilot.

KabarPenumpang.com melansir dari laman express.co.uk (7/10/2018), pramugari yang telah bekerja lebih dari 15 tahun yakni Heater Poole mengungkapkan bagaimana seragam mereka benar-benar berarti. Poole mengungkapkan bahwa staf pramugari senior biasanya menggunakan rok yang lebih pendek. Sebab sebelum bisa menggunakan rok lebih pendek, pramugari harus melewati waktu tertentu untuk menjadi bagian dari kru.

“Senioritas bahkan menentukan panjang rok kami-kami tidak dapat mengelimainya di atas batas tertentu sampai kami keluar dari masa percobaan. Setelah itu, tidak apa-apa untuk mempersingkat tepian dan menunjukkan sedikit kaki,” ungkap Poole.

Dia mengungkapkan hal tersebut dalam bukunya yakni Cruising Altitude: Tales of Crashpads, Crew Drama, dan Crazy Passengers di 35,000 Feet. Menurutnya, menjadi seorang senior pramugari juga mendikte banyak hal lain seperti ranjang yang dimiliki, lantai tempat tidur hingga seberapa tenang kamar yang digunakan.

Namun, Poole mengatakan, untungnya pembatasan berat seperti itu tidak ada lagi untuk sebagian besar maskapai penerbangan. “Ini tidak seperti pada tahun 1960-an,” lanjut Poole.

Dia mengatakan, waktu ini juga dikenal dengan Golden Age of flying, banyak wanita setidaknya harus memiliki tinggi dan berat badan yang proporsional. Peraturan modern didikte karena keamanan, sehingga tinggi dan berat badan pramugari tergantung pada seberapa baik orang tersebut dapat bekerja di kain.

Baca juga: 10 Seragam Pramugari Paling Ikonik di Dunia

Misalnya, terlalu tinggi dapat membatasi duduk di kursi keluar darurat dan membuktikan risiko keamanan. Maskapai Hong Kong Cathay Pacific melepas rok wajib dalam seragam untuk pramugari awal tahun ini. Sehingga pramugari kini bisa menggunakan celana panjang jika mereka mau.

Bahkan Awak kabin British Airways yang perempuan juga bisa memakai celana panjang jika mereka memilih. Namun beberapa waktu lalu, maskapai penerbangan di Malaysia telah mendapat kecaman setelah dituduh memiliki pakaian yang terlalu terbuka. Pramugari penerbangan Malindo dan AirAsia telah disalahkan karena mengenakan pakaian yang terlalu ketat dan seksi.