Ternyata! Singapore Airlines ‘Sempat’ Menjadi Pengguna Condorde

Concorde yang menggunakan livery Singapore Airlines. Sumber: istimewa

Siapa sih yang tidak tahu dengan pesawat produksian Inggris – Perancis yang sudah mengakhiri masa kerjanya sejak 24 Oktober 2003? Ya, nama Concorde memang sudah kadung mendunia karena memiliki kecepatan jelajah maksimum hingga dua kali kecepatan suara di Mach 2.04 (berkisar 2.180 km per jam) dan mampu menangkut hingga maksimal 128 penumpang dalam sekali perjalanannya. Tapi selain Concorde, ternyata ada merek dagang lain asal Negeri Beruang Merah yang juga sudah memiliki nama, yaitu Tupolev.

Baca Juga: Tupolev “Concordski” T-114 – Jiplakan Concorde Yang Kalah Digdaya

Menilik lebih spesifik ke jenis Tupolev Tu-144 seperti yang sudah pernah diberitakan sebelumnya, pesawat ini bisa menembus kecepatan maksimum hingga Mach 2.15 atau yang berkisar 2.300km/jam dan mamp mengangkut hingga 140 penumpang dengan rincian 11 first class seat dan 129 tourist class. Jika dibandingkan head-to-head dengan Concorde, maka Tupolev Tu-144 mengungguli Concorde dari aspek jumlah angkut penumpang, dan kecepatan – Concorde hanya unggul dari segi jarak tempuh maksimum saja (Tupolev Tu-144: 6.500km ; Concorde: 7.222km).

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com, kendati Tupolev Tu-144 memiliki spesifikasi yang sedikit lebih tinggi daripada Concorde, namun namanya tidaklah sebesar Concorde. Ini terbukti dari para penggunanya yang bisa dibilang cukup mendunia, sebut saja Air France, British Airways, dan satu maskapai dari Asia Tenggara, Singapore Airlines.

Ya, Singapore Airlines tercatat pernah menggunakan pesawat Concorde pada era 70-an. British Airways dan Singapore Airlines pada awalnya mengumumkan perjanjian bersama mereka untuk memulai layanan Concorde tiga kali dalam seminggu antara London dan Singapura via Bahrain, pada 26 Oktober 1977. Pada 9 Desember 1977, British Airways dan Singapore Airlines memulai layanan yang menghubungkan London dan Singapura (Paya Lebar) melalui perhentian di Bahrain, sehingga waktu tempuh hanya 9 jam.

Baca Juga: 50 Tahun Sejak Terbang Perdana, Inilah ‘Jejak’ Supersonik Concorde yang Selalu Dikenang

Namun karena terkendali satu dan lain hal – terutama karena masalah kecepatannya yang tergolong supersonic, sayangnya Singapore Airlines tidak pernah mengoperasikan secara komersial pesawat Concorde. Kendati begitu, pihak Concorde tetap menyelesaikan livery dari Singapore Airlines sebagai kepentingan komersial.