Thailand Setujui Mega Proyek Kereta Peluru dengan Cina

0
Sumber: ndtv.com

Bak mendapat angin segar, Cina yang tengah berupaya untuk mengembangkan bisnisnya, terutama dari sektor transportasi menerima pemesanan sejumlah bullet train dengan nilai yang sangat fantastis dari Thailand. Ini merupakan pesanan luar negeri pertama Cina setelah pihak Thailand bersedia untuk menebus kereta-kereta berkecepatan super tersebut dengan nilai US $ 5,5 miliar atau setara dengan Rp6,7 triliun. Nantinya, bullet train ini akan digunakan untuk menghubungkan Bangkok dengan Cina Selatan.

Baca Juga: Bullet Train Siap Mengular di Ujung Barat Daya Inggris

Sebagaimana yang diwartakan oleh KabarPenumpang.com dari laman ndtv.com (12/7/2017), proyek ini merupakan bagian dari rencana pengadaan infrastruktur besar-besaran yang dilakukan oleh Cina untuk membangun jaringan rel kereta berkecepatan tinggi yang menghubungkan kota di bagian selatan Kunming dengan Laos, Thailand, Malaysia, dan Singapura. Walaupun, dalam pelaksanaannya, tidak semua rencana yang telah ditata oleh Cina berjalan lancar.

Tahap pertama pembangunan jalur kereta khusus ini mencakup enam stasiun bullet train yang menghubungkan ibukota Thailand, Bangkok dan provinsi Nakorn Ratchasima di timur laut. “Proyek ini merupakan bagian dari pengembangan jaringan transportasi regional, khususnya inisiatif One Belt One Road Cina yang akan menghubungkan negara-negara di Eropa, Asia dan Asia Tenggara secara menyeluruh,” tutur Korbsak Pootrakool, wakil Perdana Menteri Thailand.

Namun, Thailand tidak ingin sekonyong-konyong menerima hasil dari kerja samanya tersebut dengan Cina. Menurut Perdana Menteri Thailand, Prayuth Chan-ocha, proyek kereta peluru ini menggunakan bahan dari Thailand, namun teknologi tetap dari Cina. “Kami akan mengirim orang untuk mempelajarinya sehingga kami bisa mengoperasikan sistem kereta api ini di masa yang akan datang,” ungkap Prayuth.

Baca Juga: The Dolphin Blue dan Golden Phoenix, Kereta Peluru Terbaru Tembus 400Km Per Jam

Konstruksi telah dibangun di Laos namun dari segi sarananya sendiri, pengadaan kereta api Thailand seolah macet karena adanya berbagai hambatan, seperti persyaratan pinjaman, tawar-menawar harga, hingga peraturan mengenai ketenagakerjaan di Thailand. Jika tidak meleset, salah satu mega proyek Cina ini akan mulai beroperasi pada tahun 2021 mendatang.

Seakan membangkitkan rasa percaya diri, pesanan kereta api dari Thailand dengan harga fantastis tersebut secara otomatis menjadi pelecut setelah sebelumnya Cina sempat terpuruk akibat masalah politik dan keuangan yang membelenggu, ditambah lagi persaingan ketat dengan Negeri Sakura, Jepang.

Selain berkutat dengan mega proyeknya tersebut, Cina juga tengah berusaha untuk mendapatkan proyek lainnya dari India, yaitu pengadaan rute New Delhi – Chennai untuk kereta api berkecepatan tingginya, dan sesegera mungkin untuk melakukan studi kelayakan. Cina telah membangun jaringan kereta peluru terbesar yang menghubungkan sebagian besar kotanya. Tercatat, dari total keseluruhan jalur kereta api di dunia yang menyentuh angka 22.000km pada akhir 2016, 60 persen dari jaringan tersebut merupakan milik Negeri Tirai Bambu.

Leave a Reply