Tidak Ada Kejelasan dari Pemerintah NSW, Maskapai Internasional Enggan Buka Penerbangan (Tambahan) ke Sydney

0
Opera House Sydney (mothership.sg)

Dengan beberapa persyaratan yang ketat, Negara Bagian New South Wales (NSW) di Australia mulai membuka layanan penerbangan penumpang internasional. Selain penurunan angka aktif Covid-19, parameter pembukaan penerbangan ke Bandara Sydney akan dilakukan bila telah tercapai angka vaksinasi kedua di angka 80 persen penduduk.

Baca juga: 20 Maskapai Ramai-ramai Tak Lagi Terbang ke Bandara Sydney, Ada Apa?

Sebelumnya, Pemerintahan NSW juga akan memberikan kemudahan isolasi, dari yang saat ini terpusat di lokasi yang ditentukan menjadi isolasi mandiri (di rumah) bagi orang (warga Australia) yang tiba dari luar negeri, itu bisa dijalankan bila angka vaksinasi kedua sudah mencapai 70 persen. Seperti diketahui, Pemerintah Australia sedang gencar memulangkan warganya yang ‘terdampar’ di luar negeri agar dapat merayakan Natal bersama keluarga pada Desember mendatang.

Namun, pembukaan penerbangan internasional yang dicanangkan Pemerintahan NSW mendapatkan peringatan serius dari pelaku usaha penerbangan. Dikutip dari theguardian.com (14/9/2021), disebutkan maskapai asing tidak akan mampu meningkatkan operasi untuk memenuhi pembukaan kembali perjalanan internasional massal ke Sydney ketika vaksinasi 80 persen tercapai. Hal itu bukan lantaran maskapai tidak mau, melainkan tidak bisa, pasalnya mereka akan membutuhkan waktu beberapa bulan untuk menarik kembali staf yang diberhentikan dan mengambil pesawat yang telah diparkir di gurun.

Barry Abrams, direktur eksekutif dari Board of Airline Representatives of Australia mengatakan bahwa maskapai saat ini terus dibiarkan dalam ‘kegelapan’ tentang aturan baru dan batasan penumpang, “Ini membuat mereka terjebak dalam pola bertahan yang tidak dapat dimulai, termasuk tidak bisa melakukan perencanaan untuk melanjutkan rute,” ujar Abrams.

Passenger allowances merupakan faktor kunci bagi maskapai penerbangan dalam menentukan kelayakan finansial rute mereka. Abrams memperingatkan bahwa maskapai yang tidak terbang ke Australia selama lebih dari setahun belum mulai mengalokasikan pesawat atau staf ke rute Negeri Benua itu, maskapai juga belum mulai menegosiasikan kembali kontrak dengan kru penanganan di darat (ground crew) dan bisnis pada pemasok lokal.

Imbas ini datang ketika Singapore Airlines mengkonfirmasi akan memotong jumlah penerbangan yang terbang ke Australia. Hal ini terjadi karena kurangnya kepastian atas rencana terkait batas penumpang dan membuat puluhan penerbangan dibatalkan sebelum periode Natal.

“Kami tidak memiliki kejelasan tentang penghapusan batas kedatangan internasional di periode Oktober hingga Desember, jadi kami harus membuat keputusan yang sangat sulit bahwa kami tidak dapat mengoperasikan dua penerbangan tambahan yang kami harapkan untuk rute ke Sydney,” kata Karl Schubert, juru bicara Singapore Airlines.

Singapore Airlines saat ini menerbangkan pesawat dengan sekitar 6.000 kursi kosong per hari ke Sydney dan hanya ‘mampu’ mengangkut 110 penumpang.

Baca juga: Mengenal Tower ATC Bandara Sydney, Salah Satu Tower ATC Paling Unik di Dunia 

Pada akhir Agustus 2021, Perdana Menteri New South Wales, Gladys Berejiklian mengumumkan bahwa negara bagian itu akan mengurangi separuh jumlah kedatangan internasional menjadi sekitar 750 orang per minggu.