Jika Izin Keluar, Oktober 2021 Drone Ehang 216 Akan Diuji Coba di Bali

0
EHang 216 akan diuji di bali Oktober mendatang. Foto: Paultan.com

EHang 216 merupakan drone penumpang yang dikembangkan oleh Guangzhou EHang Intelligent Technology Company. Drone ini dibuat untuk menjadi taksi terbang dan pada April kemarin, importir mobil swasta Indonesia Prestige Image Motorcars mengumumkan akan menghadirkan EHang 216.

Baca juga: Taksi Udara EHang 216 Tiba di Jakarta, Taksi Udara Seaplane Hong Kong Nyusul?

Dilansir KabarPenumpang.com dari paultan.org (6/9/2021), perusahaan mengungkapkan bulan ini bahwa unit pertama EHang 216 sudah tiba di Indonesia dan akan menjalani uji terbang di Bali pada Oktober mendatang. Di mana uji coba akan dilakukan setelah mendapat izin dan persetujuan dari otoritas penerbangan terkait.

Pemilihan Bali untuk uji coba, ini karena Pulau Dewata merupakan tujuan wisata yang populer dan taksi terbang akan membantu meningkatkan jumlah kegiatan pariwisata. Rudy Halim, Presiden Direktur Prestige Image Motorcars mengatakan, bahwa perusahaan bertujuan untuk menyediakan layanan taksi terbang kepada publik tahun depan, menambahkan bahwa sudah ada beberapa pertanyaan yang diterima.

Seperti diketahui, EHang 216 adalah mobil terbang listrik dengan dua kursi yang memiliki kapasitas muatan 220 kg. Drone memiliki delapan lengan, dengan masing-masing memasang dua motor listrik yang terhubung ke baling-baling, memungkinkan kecepatan jelajah 130 km per jam, sementara baterai onboard menyediakan jangkauan hingga 35 km.

Tidak diperlukan pilot pada EHang 216, karena wahana ini mampu terbang secara otonom, meskipun masih dipantau dan dapat dioperasikan dari pusat komando serta kendali yang berada di darat. Selain itu, ukuran 216 EHang yang relatif kecil (lebar 5,61 meter dan tinggi 1,77 meter) dan kemampuan lepas landas dan mendarat vertikal (VTOL) juga berarti tidak memerlukan banyak ruang untuk beroperasi.

Jika nama modelnya terdengar asing, itu karena EHang 216 disebut-sebut sebagai prototipe kendaraan terbang pertama Malaysia, Super Dron. Awalnya direncanakan untuk menjalani uji terbang pada November 2019, sesi dibatalkan karena kendaraan belum diizinkan untuk terbang oleh Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia (CAAM).

Baca juga: Taksi Drone Otonom EHang 216 Bakal Manjakan Pengunjung Kota Wisata Terpopuler di Guangdong

Tidak seperti di Indonesia, Super Dron akan digunakan untuk aplikasi seperti pemantauan perbatasan oleh pihak berwenang dan sebagai kendaraan bantuan darurat, bukan sebagai transportasi umum. Untuk saat ini, status proyek tersebut masih belum diketahui, meskipun AirAsia tampaknya mengambil langkah untuk membuat taksi terbang menjadi sesuatu di Malaysia.