Tiga Maskapai Terbesar Cina Terima Pesawat ARJ21 Besutan Pesaing Terberat Boeing dan Airbus

0
COMAC ARJ21-700. Foto: Aviation Voice

Tiga maskapai penerbangan terbesar di Cina, Air China, China Eastern, dan China Southern dikabarkan telah menerima pesawat ARJ21-700 Minggu lalu. Pesawat besutan Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC) ini nantinya akan menjadi andalan baru maskapai tersebut dalam melayani penerbangan regional point-to-point, khususnya di Cina daratan.

Baca juga: COMAC Serius Goyang Duopoli Airbus dan Boeing, Pesanan Nyaris 1.000 Unit Jadi Sinyal Kuat

Dikutip dari Reuters, ketiga maskapai tersebut masing-masing juga akan mendapat tambahan satu pesawat lagi dari di akhir tahun. Pengiriman dijawalkan akan terus berlangsung hingga 2024 mendatang dengan total target pengiriman sebanyak 35 pesawat. Namun, tak dijelaskan lebih rinci distribusi pesawat berkapasitas 90 kursi ini ke ketiga maskapai tersebut.

Di akhir Mei lalu, menurut laporan Global Times, COMAC juga telah mengirimkan 25 jet regional ARJ21-700 ke tiga maskapai Cina, yaitu dari Chengdu Airlines, Tianjiao Airlines, dan Jiangxi Airlines. Ketiga maskapai itu bahkan telah membuka 50 rute ke 50 kota dan menyelesaikan lebih dari 830.000 penerbangan penumpang.

ARJ21-700 sendiri merupakan pesawat pertama buatan COMAC. Teknologinya memang disebut banyak menyadur pesawat-pesawat yang sudah ada. Meski demikian, pesawat yang sudah empat tahun mengudara ini tetap laris di Cina.

Selain membuat ARJ21-700, COMAC juga membuat narrowbody dan widebody. Bahkan narrowbody COMAC sudah berhasil mendapat pesanan nyaris 1.000 pesawat. Hingga awal Juni lalu, pesawat berkapasitas 160 kursi itu sudah mendapat pesanan dari 28 maskapai, dalam dan luar negeri. Tahun lalu, total enam pesawat C919 sudah memasuki fase uji terbang dan sertifikasi kelaikan terbang dari otoritas penerbangan sipil Cina di tahun lalu.

Hasilnya, proses uji coba yang dilakukan di Shanghai, Xi’an, Dongying, dan Nanchang berjalan dengan baik. Bila proses sertifikasi yang sempat tertunda beberapa tahun ini selesai, bukan tak mungkin, jumlah pesanan pesawat akan semakin meningkat dari sekedar 1.000 pesanan serta benar-benar akan menjadi penantang serius duopoli Boeing dan Airbus.

Dengan fakta tersebut, tak ayal bila COMAC digadang-gadang bakal menjadi penantang serius Boeing dan Airbus di pangsa pasar narrowbody. Menyadari hal itu (penantang serius Boeing dan Airbus) telah di depan mata, Menteri Keuangan Perancis, Le Maire belum lama ini mengatakan, Perancis sampai harus melakukan langkah preventif.

Bahkan, salah satu alasan dikucurkannya dana senilai €15 miliar atau Rp239 triliun (kurs 1 euro = Rp15.725) awal Juni lalu ke Air France –yang pada akhirnya berdampak langsung ke Airbus- untuk melindungi persaingan produsen pesawat global ke arah duopoli antara Boeing dan Comac dari Cina. Padahal, di saat yang bersamaan, Cina justru memandang duopoli itu terjadi antara Airbus dan Boeing.

Baca juga: CRAIC CR929, Kolaborasi Rusia dan Cina di Pasar Pesawat Wide-Body

Adapun pesawat widebody COMAC prosesnya dianggap masih cukup lama. Wu Guanghui, wakil Kongres Rakyat Nasional (NPC) mengungkap, pesawat CR929 sedang dalam tahap desain awal. Selain itu, widebody yang dikembangkan bersama oleh COMAC dan United Aircraft Corporation milik Rusia ini juga masih dalam tahap pemilihan pemasok dan peralatan.

Pesawat tersebut diklaim akan memiliki jangkauan terbang sejauh 12.000 kilometer, dengan tiga lorong, dan 280 kursi. Namun, keunggulan utamanya adalah harga CR929 disebut akan berada jauh di bawah Airbus dan Boeing.

Leave a Reply