Tips Lolos dari Aturan Batas Cairan Maksimal 100 Ml ke Kabin Pesawat, Cukup Pakai Kertas!

0
Ilustrasi aturan ketat tentang cairan, aerosol dan gel yang dibawa ke pesawat. Foto: Corbis via Daily Mail

Penerbangan internasional mempunyai sederet aturan ketat. Alasannya, apalagi kalau bukan faktor keamanan; meminimalisir kesempatan oknum teroris. Padahal, saat atau sepulang menumpangi penerbangan internasional, penumpang kerap membawa berbagai buah tangan, seperti pakaian, tas, sepatu, hingga parfum atau berbagai produk berbahan cair lainnya.

Baca juga: Ikuti Tahapan Ini, Proses Check In dan Pemeriksaan Keamanan di Bandara Bakal Mulus

Di antara berbagai ketentuan, aturan ketat tentang cairan, aerosol dan gel yang dibawa ke pesawat mungkin jadi salah satu issue menarik. Selama ini, ketentuannya, satu botol cairan, masing-masing tidak boleh lebih dari 100 ml. Total yang diizinkan untuk dibawa hanya satu liter dengan dibungkus dalam plastik zipper transparan.

Di Indonesia sendiri, ketentuan pembatasan cairan ini tertuang dalam Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/43/III/2007 tentang Penanganan Cairan, Aerosol, dan Gel yang Dibawa Penumpang ke Dalam Kabin Pesawat Udara pada Penerbangan Internasional.

Pasal 2a dan Pasal 3 ayat (1) bagian a dalam ketentuan tersebut berbunyi cairan, aerosol, dan gel yang dibawa sendiri oleh calon penumpang sebelum masuk ke dalam bandar udara harus berada dalam wadah maksimum 100 ml atau ukuran sejenis.

Adapun cairan, aerosol, dan gel yang diperoleh atau dibeli di toko bebas bea di dalam bandar udara atau airport duty free shop dan/atau di pesawat udara harus ditempatkan dalam satu kantong plastik transparan ukuran dengan maksimal 1000 ml atau 1 liter dan disegel ulang. Persyaratan cairan, aerosol, dan gel ini tidak berlaku untuk obat-obatan medis; makanan, minuman, dan susu untuk bayi; serta penumpang yang menjalani diet khusus.

Sebelum tahun 2006 atau lima tahun setelah peristiwa 11 September atau serangan 9/11 di New York City dan Washington, D.C, Amerika Serikat, aturan tersebut belum berlaku.

Dikutip dari express.co.uk, sejarah aturan batas cairan maksimal 100 ml ke kabin pesawat mulai diterpakan pasca kelompok teroris berencana meledakkan pesawat yang dengan rute London, Inggris, ke Amerika Serikat dan Kanada.

Mereka menyembunyikan bahan peledak cair di dalam minuman kaleng dan dibawa ke dalam kabin pesawat. Dari penelusuran kepolisian Inggris, kelompok teroris ini mengincar tujuh pesawat tujuan Amerika Serikat untuk diledakkan. Sejak itu, cairan yang boleh dibawa ke dalam kabin pesawat maksimal 100 ml demi keselamatan penerbangan.

Akan tetapi, bagi penumpang yang ingin tetap melewati pos pemeriksaan dengan membawa serta cairan lebih dari yang sudah ditentukan, selama itu bukan bertujuan untuk tindak kejahatan, belum lama ini, seorang pengguna Reddit coba berbagai tips unik soal itu.

Caranya tergolong cukup mudah. Mula-mula, siapkan cairan sabun, shampo, sabun cuci tangan, sabun cuci piring, beberapa lembar kertas yang mudah menyerap cairan atau air, serta wadah kecil.

Kemudian tuangkan sabun cair secukupnya ke dalam sebuah wadah. Lalu, ratakan sabun di atas kertas hingga ketebalan sekitar setengah sentimeter. Jika sudah selesai, balik kertasnya dan ulangi langkah sebelumnya agar sabun cair bisa merata di kedua sisi kertas. Setelah itu lalu jemur.

Baca juga: Jelang Pemeriksaan Keamanan di Bandara, Sebaiknya Tanggalkan Aksesoris Berikut Ini!

Ulangi langkah yang sama untuk shampoo, sabun cair pencuci tangan dan pencuci piring. Setelah semua kering, siapkan wadah untuk tempat penyimpanan, ukur, serta potong-potong kertas tadi agar sesuai dengan ukuran wadah.

Setelah semua terpotong tinggal masukkan potongan-potongan kertas sabun sesuai dengan kelompoknya masing-masing. Dengan begitu, cairan yang ingin dibawa bisa dimasukkan ke dalam wadah tersebut dan di tempatkan terpisah dengan barang-barang cair yang disimpan di plastik zipper transparan. Supaya tidak tertukar, penumpang dapat memberi tanda di atas kotak masing-masing.

Leave a Reply