Tips – Mau Tidur di Pesawat, Jangan Turunkan Tirai Jendelanya!

0
Sumber: istimewa

Sebagai moda transportasi paling modern dan kompleks, pesawat tetaplah punya kelemahannya tersendiri. Bagi Anda yang sering mengudara di economy class, mungkin permasalahan jarak antar bangku yang sempit dan pelayanan seadanya terkadang membuat perjalanan Anda menjadi kurang nyaman – lain cerita dengan Anda yang berkocek tebal dan lebih memilih untuk duduk di business class. Namun terlepas dari konfigurasi bangku dan pelayanan lainnya selama penerbangan, ada satu masalah lagi yang berdampak pada jetlag. Ya, durasi penerbangan dan nuansa di luar jendela.

Baca Juga: Terbang Jarak Jauh? Don’t Worry Ikuti Tips Ini

Tidak bisa dipungkiri, di luar sana ada banyak orang yang seakan berebut kursi paling pojok selama penerbangan mereka. Menikmati pemandangan dari ketinggian merupakan pengalaman luar biasa bagi sebagian orang – walaupun tidak sedikit juga dari para penumpang yang lebih memilih duduk di samping lorong (aisle) untuk mempermudahnya menjangkau toilet. Lalu, apa yang harus dilakukan oleh seseorang untuk tetap bisa menikmati pemandangan di luar jendela tanpa harus khawatir terserang jetlag?

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman cnn.com (27/12/2018), sebenarnya topik pembahasan ini berkaitan dengan tirai jendela di pesawat – dimana Anda harus mengupayakan agar tetap membukanya kendati kondisi di luar sangatlah gelap (terbang malam) atau sebaliknya.

Ketika mengudara di malam hari, sudah barang tentu Anda bisa mengistirahatkan diri dengan beragam ‘tools’ penunjang, seperti neck pillow atau sleep mask. Namun ketika rasa lelah masih menggelayuti mata di pagi atau siang hari, jangan tutup tirai jendela tersebut dan disarankan untuk menggunakan sleep mask.

Baca Juga: Anda Ketinggalan Penerbangan? Jangan Keburu Panik, Ikuti Langkah Ini!

Alasannya sederhana, kita sudah ‘diprogram’ untuk tidur di malam hari dan beraktifitas di siang hari. Jangan sampai pola tersebut berubah hanya karena Anda sedang mengudara. Tirai jendela pesawat yang berbahan solid akan menghambat cahaya untuk masuk ke dalam kabin dan membuat nuansa di dalam gelap (seperti malam hari). Ini berbeda jika Anda menggunakan sleep mask dan Anda masih bisa melihat cahaya matahari dari sela-selanya. Sedikit banyaknya, ini akan mereduksi dampak jetlag di dalam sebuah penerbangan.

Selain itu, dengan tidak menurunkan tirai jendela pesawat, maka akan membantu para awak kabin untuk memantau kondisi di luar semisal terjadi situasi darurat.

Jadi, untuk meningkatkan pengalaman Anda ketika mengudara jarak jauh, jangan turunkan tirai jendela pesawat, ya!

 

Leave a Reply