Tokyo, Beijing dan Singapura Mendapat Peringkat Tertinggi di Dunia Menjadi Kota Ramah Penumpang

0
(cnbc.com)

Ketika mengunjungi suatu tempat dan melihatnya bersih, cukup menyenangkan hati dan membuat nyaman ketika bepergian menggunakan transportasi umumnya. Ternyata di dunia ini ada tiga kota metropolitan ramah lingkungan dan menjadi yang terhijau di dunia dan ketiganya ada di Asia.

Baca juga: Berdasarkan Indeks Keamanan, Inilah 10 Negara Teraman Untuk Dikunjungi

Ketiga kota itu yakni Benua Asia yakni Tokyo, Beijing dan Singapura mendapatkan peringkat sebagai kota komuter paling ramah lingkungan dalam sebuah studi baru oleh perusahaan data insight, Kantar. Ketiganya mendapat peringkat sangat tinggi karena populasi masyarakat mereka yang sebagian besar berjalan kaki atau menggunakan transportasi umum untuk bekerja. Selain itu juga penggunaan kendaraan pribadi relatif sangat sedikit.

“Setiap detik orang menggunakan transportasi umum untuk bekerja,” Rolf Kullen, Direktur Senior Mobilitas di Kantar.

KabarPenumpang.com melansir dari laman cnbc.com (16/10/2019), studi ini dilakukan dengan bertanya pada 20 ribu penumpang di 31 kota di seluruh dunia tentang kebiasaan perjalanan mereka. Sedangkan Seoul berada di peringkat ketujuh dan menjadi kota di Asia keempat yang masuk sepuluh besar.

Sedangkan empat posisi lainnya yang masuk dalam sepuluh besar ada di Eropa yakni London, Kopenhagen, Amsterdam dan Moskow. Mereka masuk bersama Nairobi dan Sao Paulo. Sedangkan kota di Amerika Serikat tidak ada yang berhasil mencapai peringkat teratas.

Sebab pada studi terpisah pada 2017 lalu, ditemukan bahwa rata-rata orang Amerika mengabiskan total 52 menit per hari dalam perjalannnya dengan sekitar 85 persen menggunakan kendaraan pribadi. Sedangkan lima persen menggunakan transportasi umum, 2,8 persen berjalan kaki dan 0,6 persen sisanya menggunakan sepeda.

Temuan Kantar ini berbicara tentang perkembangan infrastruktur baru-baru ini di beberapa kota besar Asia. Di mana mereka menjadikan transportasi umum menjadi sarana transportasi yang layak dan lebih disukai para penumpang karena menghindari mengemudi di jalanan yang macet. Tetapi mereka juga menyoroti pekerjaan yang masih harus dilakukan di kota-kota yang secara tradisional dirancang untuk mobil jika ada kemajuan dalam mengurangi polusi udara dan memperbaiki lingkungan.

“Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi kota-kota global saat ini adalah memindahkan penumpang dari kenyamanan dan kenyamanan mobil mereka ke pilihan transportasi yang lebih berkelanjutan,” kata Guillaume Saint, pemimpin otomotif & mobilitas global di Kantar.

Baca juga: Gegara Corona, 21 Wilayah di Rusia Meminta Izin Akses Travell Pass Digital ala Moskow

Menurut PBB, polusi udara menyebabkan tujuh juta kematian prematur per tahun. Sementara itu, pada 29 persen dari seluruh emisi global, transportasi dipandang sebagai salah satu penyumbang terbesar gas rumah kaca global.

Leave a Reply