Tujuh Maskapai Amerika Deklarasi Tiga Aturan Kesehatan Baru, Apa Saja?

0
Boeing 737 MAX American Airlines. Sumber: Stars and Stripes

Wabah Covid-19 masih melanda dunia. Berbagai maskapai penerbangan ramai-ramai menerapkan standar kenormalan baru atau new normal untuk membuat penerbangan tetap aman; tak terkecuali dengan Airlines for America (A4A).

Baca juga: IATA Usul Dunia Jangan Karantina Wisatawan! Ini Alasannya

Belum lama ini, Asosiasi Maskapai Penerbangan Amerika Serikat (AS) ini memperkenalkan tiga aturan baru guna menekan penyebaran virus corona sekaligus membuat penerbangan tetap aman. Bila diperhatikan dengan detail, sebetulnya, tiga aturan tersebut bisa dibilang tak ada yang baru dibanding negara lain semisal Dubai (UAE), Hong Kong, Singapura, bahkan Indonesia sekalipun.

Simple Flying mencatat, aturan tersebut, pertama, A4A meminta kepada seluruh penumpang untuk membawa masker dan senantiasa memakainya, baik saat di bandara, garbarata, dan saat dalam penerbangan. Kedua, maskapai-maskapai di bawah naungan A4A akan mewajibkan kepada seluruh penumpang untuk mengisi surat keterangan sehat (form deklarasi yang berisi pernyataan).

Lengkapnya, form tersebut berisi kepastian setiap penumpang tidak sedang mengidap demam di atas suhu 38C, batuk, sesak napas, kesulitan bernapas, kehilangan daya penciuman (pilek atau hidung mampet), kedinginan, pegal-pegal, dan atau sakit tenggorokan.

Adapun yang terakhir, sebelum ikut dalam penerbangan, seluruh penumpang akan ditanyai tentang risiko terpapar Covid-19. Intinya, mereka akan diwawancara soal kegiatan selama 14 hari terakhir dan diminta untuk berikrar bahwa mereka tidak pernah melakukan kontak dengan pasien positif corona ataupun pasien dengan gejala mirip corona.

Ketiga aturan tersebut akan diterapkan oleh tujuh maskapai terbesar di AS, Alaska Airlines, American Airlines, Delta Air Lines, Hawaiian Airlines, JetBlue Airways, Southwest Airlines, dan United Airlines. Mereka akan terus memberlakukan aturan ini sampai batas waktu yang tak dapat ditentukan; melengkapi berbagai aturan lainnya, seperti physical distancing dan mengecek suhu tubuh sebelum mulai terbang.

Dilihat dari cara kerja aturan tersebut, yang notabene mengandalkan kejujuran setiap penumpang, sebagian kalangan menilai hal itu tak akan berhasil. Sudah banyak kasus penumpang mengaku menjawab ala kadarnya semata agar bisa tetap ikut dalam penerbangan. Celakanya, petugas juga tak melakukan upaya lain untuk mencari tahu apakah setiap penumpang mengisi form dan menjawab pertanyaan dengan jujur atau tidak.

Baca juga: Virus Corona Bikin Penerbangan Jadi Mahal?

Padahal, dilihat KabarPenumpang.com dari FlightRadar24, lalu lintas udara di AS bisa dikatakan tengah bangkit dan mulai ramai. Bahkan, kesibukan lalu lintas udara di sana bisa dikatakan yang terbesar sekalipun pandemi Covid-19 masih terus menghantui. Begitu juga dengan Cina yang telah terlihat merangkak pulih. Namun, berbeda dengan AS yang masih terus mengalami lonjakan kasus, di Cina corona bisa dibilang sudah terkendali sehingga wajar saja bila lalu lintas udara sibuk kembali.

Jika sudah begini, patut ditunggu, apakah penerbangan akan menjadi klaster baru penyebaran corona di AS?

Leave a Reply