Pertama di Dunia, Airbus A350-1000 Berhasil Lepas Landas, Landing, dan Taxi Otomatis! Pilot Terancam?

0
Pilot uji coba Airbus tampak sedang mengawasi pesawat dengan satu tangan dalam posisi diam ketika A350-1000, dilengkapi dengan teknologi pengenalan gambar, lepas landas secara otomatis di bandara Toulouse-Blagnac pada 18 Desember 2019. Foto: Airbus

Setelah berhasil melakukan uji penerbangan lepas landas otomatis pertengahan Desember lalu, Airbus kembali membuat ‘resah’ pilot. Belum lama ini, raksasa produsen pesawat asal Eropa itu berhasil melakukan langkah strategis lainnya dalam upaya mengurangi peran pilot (bahkan meniadakannya di masa mendatang); landing dan taxi secara otomatis.

Baca juga: Dear, Pilot! Airbus A350-1000 Berhasil Lepas Landas Otomatis, Loh!

Chief Technology Officer Airbus, Grazia Vittadini, kepastian itu didapat pasca keberhasilan pesawat A350-1000 lepas landas, landing, dan taxi otomatis dalam proyek kemanusiaan, mengangkut peratalan medis dari Beijing ke berbagai rumah sakit di Eropa.

“Kami baru-baru ini mencapai tonggak baru, setelah landing based vision takeoff otomatis pertama di dunia, kami baru saja berhasil melakukan taxi dan vision-based taxi and landing otomatis pertama di dunia,” katanya dalam sebuah acara oleh American Institute of Aeronautics and Astronautics, sebagaimana dilansir aviationtoday.com.

“Ini adalah pertama kalinya sebuah pesawat mampu lepas landas dan mendarat sepenuhnya otomatis. Kesulitan terbesar dalam hal ini adalah meyakinkan para pilot untuk tidak melakukan apa pun dan menjauhkan tangan mereka dari throttle,” tambahnya.

Sejak proyek Autonomous Taxi, Take-Off and Landing (ATTOL) pertama kali dimulai pada Juni 2018, Airbus setidaknya telah melakukan total 500 uji terbang. Dari jumlah tersebut, umumnya agenda pengujian masih berupa mengumpulkan data berupa video dan mendukung penyempurnaan algoritma, dengan melibatkan banyak tim teknik dan teknologi Airbus, seperti Airbus Defense and Space, Airbus A³, dan berbagai divisi lainnya.

Selain itu, dari 500 uji terbang, lima di antaranya juga telah dilakukan take off and landing per run untuk mengevaluasi kemampuan modifikasi A350-1000 dalam melakukan take off dan landing otomatis.

Terkait modifikasi A350-1000, Airbus setidaknya telah menyematkan beberapa fitur baru untuk mendukung tes ATTOL, upgrade flight control computer, memasang kamera di segala sudut dan perangkat elektronik pendukung yang terhubung dengan kamera tersebut. Tak lupa, modifikasi A350-1000 juga mencakup algoritma.

“Pembelajaran dari program khusus itu (algoritma) akan mempengaruhi seluruh proyek Airbus lainnya. Sebab, algoritma yang sama pada ATTOL memungkinkan kami untuk mengeksekusi taxi, take off, dan landing otomatis,” kata Sebastien Giuliano, pimpinan proyek ATTOL.

“Banyak yang kami lakukan sudah didorong oleh otomatisasi. Lihat saja berbagai fitur-fitur yang ada di produk-produk kami, auto pilot, fly by wire, autopilot, autoland, termasuk juga satelit yang kami gunakan selama 15 tahun. Jadi kami tidak ingin menjadikan otomatisasi sebagai tujuan, melainkan alat untuk mengeksplorasi seluruh teknologi terkait,” tutupnya.

Baca juga: Airbus Tiru Formasi Angsa dalam Uji Coba “Fello’Fly” untuk Menghemat Bahan Bakar

Akan tetapi, sebagian kalangan menilai, keberhasilan Airbus melakukan taxi, take off, dan landing otomatis di masa mendatang mungkin akan menjadi momok bagi pilot. Capt. Shadrach Nababan, mantan pilot senior Garuda Indonesia, pernah mengatakan kepada KabarPenumpang.com bahwa sejauh ini sekedar hanya taxi, take off, dan landing bisa dibilang tak terlalu berdampak pada profesi pilot.

Tetapi, di antara berbagai syarat untuk memungkinkan pesawat mengudara tanpa adanya pilot di kokpit, salah satu yang terpenting adalah insting atau naluri. Bila teknologi sudah mampu membuat pesawat mempunyai naluri atau insting, maka besar kemungkinan pesawat dapat melenggang sendirian tanpa adanya pilot.

Leave a Reply