Uber Donasikan US$5 Juta Untuk Cegah Pelecehan dan Kekerasan Seksual

Sumber: businesstimes.com.sg

Sebagai salah satu perintis layanan transportasi berbasis online, Uber berniat untuk menyumbangkan US$5 juta untuk mencegah penyerangan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga selama lima tahun. Usaha Uber ini sama seperti memperbaiki perusahaan untuk tujuan yang baik. Tak hanya itu, perusahaan yang saat ini memiliki pendapatan lebih dari US$60 miliar itu harus bisa berbuat baik dan membersihkan citra buruknya.

Baca juga: Rencana Rilis Layanan Bus, Uber Ogah Bentrok Dengan Transportasi Umum (Lagi)

KabarPenumpang.com melansir dari laman engadget.com (6/11/2017), sumbangan ini akan akan diberikan selama lima tahun ke organisasi yang membantu mencegah penyerangan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga. Salah satu organisasi yakni A Call to Men yang merupakan Jaringan Nasional untuk mengakhiri kekerasan dalam rumah tangga, tidak ada lagi dan fokus pada mengatasi kesenjangan pendanaan yang kritis di masyarakat tersingkir.

“Sebagai hasil dari kolaborasi yang sedang berlangsung ini, kami telah mulai melakukan perubahan penting secara internal dan akan berkomitmen untuk menggunakan cakupan dan visibilitas Uber untuk membantu mendorong kesadaran, pendidikan, dan pencegahan kekerasan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga terhadap jutaan orang di seluruh dunia,” kata pengumuman Uber.

Hal ini bisa dilihat sebagai gerakan hubungan masyarakat dimana Uber memiliki reputasi seksisme yang meluas dalam jajarannya dan masalah dengan pengemudi. Hal ini dimana pengemudi melakukan segala sesuatu mulai dari pelecehan hingga pemerkosaan dan ini dapat memperbaiki citra Uber.

Skandal yang pernah terjadi di Uber adalah kejadian Harvey Weinsten dan telah mendorong banyak orang untuk maju dan bercerita tentang kekerasan seksual dan pelecehan yang terjadi. Karena masalah ini Uber tidak mau tetap tutup mulut dan maju dengan tidak tuli terhadap masalah ini.

Namun pada saat yang sama, hal ini mencerminkan usaha Uber untuk memperbaiki semuanya apalagi sejak Travis Kalanick mengundurkan diri. Dengan adanya ini, perusahaa kemudian mengambil langkah nyata untuk mengatasi seksisme, pelecehan dan penyerangan.

Baca juga: Uber Berlakukan Sistem Denda Bagi Penumpang yang Terlambat

Selain itu Uber juga memberikan pelatihan kesadaran untuk para eksekutif dan perwakilan pelanggan serta perekrutan yang ditujukan khusus untuk memperbaiki budaya perusahaan. Di tahun-tahun sebelumnya, janji ini tak pernah terealisasikan dan sekarang setidaknya mencerminkan apa yang ingin Uber lakukan dan akan terus menjadi yang lebih baik jika di masa yang akan datang.