Walau Masih Bermasalah, Boeing Nekat Lanjutkan Produksi 737 MAX

0
Boeing 737 MAX. Sumber: newatlas.com

Boeing dilaporkan nekat melanjutkan produksi 737 MAX yang sudah setahun lebih di-grounded akibat dua kecalakaan fatal melibatkan Ethiopian Airlines dan Lion Air. Dikatakan nekat, sebab MAX belum diizinkan oleh FAA untuk kembali terbang.

Baca juga: Demi Kembali Terbang, Perbaikan Boeing 737 MAX Terus Dikebut di Tengah Corona

“Kami telah melakukan perjalanan berkelanjutan untuk mengembangkan sistem produksi kami dan membuatnya lebih kuat. Inisiatif ini (melanjutkan produksi MAX) adalah langkah selanjutnya dalam menciptakan ekosistem produksi yang optimal untuk 737 MAX,” kata Walt Odisho, wakil presiden dan manajer umum program 737, dalam sebuah pernyataan, sebagaimana ditulis theverge.com.

Keputusan Boeing untuk melanjutkan proses produksi terkesan dipaksakan. Sebelumnya, produsen pesawat yang baru saja memecat sekitar 7.000 karyawan ini memang sudah lebih dahulu berikrar akan memulai kembali layanan Boeing 737 MAX di udara pada pertengahan tahun ini. Namun, dalam perjalanannya, berbagai masalah terus-menerus muncul.

Awal Januari lalu, saat belum tuntas dengan persoalan perizinan, Boeing melaporkan kembali menemukan satu lagi potensi masalah. Masalah tersebut diketahui berasal dari korsleting yang berasal dari salah satu kabel di dalam sistem kendali pesawat.

Tak lama berselang, tepatnya pada akhir Januari, masalah kembali muncul. Kala itu, disebutkan bahwa masalah terjadi pada software yang memverifikasi apakah monitor yang melacak sistem utama pada pesawat, telah berfungsi dengan baik. Pemeriksaan monitor biasanya dilakukan secara otomatis saat pesawat atau sistemnya dinyalakan. Namun dalam pemeriksaan terbaru, salah satu monitor tidak menyala dengan benar.

Keinginan untuk mengebut produksi Boeing 737 MAX kemudian kembali terhambat di akhir Februari. Boeing menyatakan menemukan “Serpihan Obyek Asing” (Foreign Object Debris – FOD) yang tertinggal di dalam tangki bahan bakar yang berada di sayap pada beberapa 737 Max yang belum dikirim ke pembelinya. Padahal, saat itu, MAX tak lama lagi akan dijadwalkan untuk menjalani uji terbang oleh FAA.

Serpihan Obyek Asing (FOD) adalah istilah teknis untuk serpihan atau benda-benda yang bukan merupakan bagian dari pesawat yang menutupi permukaan dan berpotensi menimbulkan kerusakan.

Dalam sebuah catatan dari Wakil Presiden dan Manajer Umum Program 737 dan Pabrik Renton, Washington, Mark Jenks, kepada karyawan, perusahaan berpesan bahwa serpihan benda asing tersebut benar-benar tidak dapat diterima. Sebab, temuan serpihan benda asing dalam tangki bahan bakar itu dinilai terlalu banyak. Oleh karenanya, perusahaan meminta untuk segera menyelesaikan masalah itu dengan se-teliti mungkin.

Setelah serangkaian masalah di bulan Januari dan Februari, pada bulan Maret Boeing 737 MAX memang tidak mengalami masalah kembali. Namun, Jelang satu tahun grounded Boeing 737 MAX pada 14 Maret mendatang dan sehari setelah ‘anniversary’ insiden Ethiopian Airlines yang menewaskan 157 orang, 10 Maret 2019 lalu, Boeing mengumumkan telah menggelontorkan uang sebesar Rp268 triliun.

Baca juga: Masalah Lagi! Boeing Temukan Serpihan di Tangki Bahan Bakar 737 MAX

Jumlah tersebut diperkirakan akan membengkak menjadi sebesar Rp330 triliun sampai pesawat tersebut benar-benar kembali diizinkan terbang. Bila tahun ini tak juga diizinkan terbang, bukan tak mungkin Boeing akan ditinggal investor.

Bulan berikutnya, saat pandemi corona di Amerika tengah mengganas, Boeing justru terus menggenjot produksi MAX demi target kembali ke udara di pertengahan tahun. Boeing dilaporkan masih terus menggenjot proses perbaikan, mulai dari menguji perubahan perangkat lunak terbaru dan menyempurnakannya hingga melakukan pengujian dalam simulator penerbangan yang dikenal sebagai e-cab di tengah pandemi corona, semata untuk menyesuaikan seluruh persyaratan dari regulator penerbangan sipil di Amerika Serikat (FAA).

Leave a Reply