Warga Jakarta Keluhkan Sistem Buka Tutup Jalan Tol Jelang Asian Games 2018

Sumber: kompas.com

Menjelang perhelatan akbar Asian Games 2018, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Yusuf mulai menguji coba sistem buka tutup jalan tol yang rencananya akan diberlakukan pada tujuh gerbang tol yang ada di Jakarta. Hal ini dimaksudkan demi kelancaran ajang yang akan dibuka pada 18 Agustus mendatang. Adapun gerbang tol yang akan menerapkan sistem buka tutup ini tersebar di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

Baca Juga: Sambut Asian Games 2018, LRT Jakarta Siap Beroperasi 10 Agustus Mendatang

Mulanya, pihak Polda Metro Jaya akan memberlakukan sistem ini pada 19 gerbang tol. Namun setelah dilakukan pertimbangan, akhirnya angka tersebut menyusut menjadi tujuh gerbang tol saja. “Pertama adalah efektivitas penggunaan jalan tol, yang kedua adalah kondisi atau dampak dari penutupan itu di luar jalan tol,” ujar Kombes Yusuf, dikutip KabarPenumpang.com dari laman detik.com (1/8/2018).

Dari tujuh pintu tol yang akan menerapkan sistem buka tutup ini, Kombes Yusuf bersama jajarannya mengelompokkan ke dalam dua periode waktu – ada empat gerbang tol yang akan ditutup mulai pukul 06.00 – 17.00, sisanya pada 12.00 – 21.00. Adapun rincian dari gerbang tol yang akan ditutup pada pukul 06.00 – 17.00 adalah Angke 2, Tanjung Duren, Slipi 2, dan TMII 1. Sedangkan gerbang tol yang akan ditutup pada pukul 12.00 – 21.00 meliputi Angke 1, Slipi 1, dan TMII 1.

“Ini akan dilakukan saat Asian Games berlangsung,” ujar Kombes Yusuf.

Berdasarkan perhitungan waktu selama simulasi yang diadakan pada Rabu (1/8/2018), Kombes Yusuf mengatakan hanya dibutuhkan waktu 20 menit dari Wisma Atlet (Kemayoran) menuju Gelora Bung Karno dan sebaliknya. Hasil ini lebih cepat satu menit dari sumulasi sebelumnya. Sementara itu, waktu tempuh dari Wisma Atlet menuju TMII dibutuhkan waktu 27 menit, pun sebaliknya.

Di balik itu semua, dampak dari penutupan sejumlah gerbang tol ini dirasakan langsung oleh warga DKI Jakarta. Tidak sedikit dari mereka yang kebingungan dan emosi ketika laju kendaraan mereka dihadang oleh petugas yang berjaga tidak jauh dari gerbang tol. Dihimpun dari sumber lain, tampak seorang pengemudi mobil yang emosi ketika tidak diizinkan untuk masuk ke tol dalam kota.

“Saya tidak tahu kalau ini akan ditutup, dan tolong pak kalau bapak mau tutup (jalan tol), kontainernya (truk kontainer-red) diberesin dulu dong,” ujar seorang pengemudi wanita yang emosi.

Baca Juga: Jelang Asian Games 2018, FDTJ Rilis Peta Transportasi Massal Terintegrasi

Lain cerita dengan komentar netizen di jejaring sosial Instagram. Banyak yang mengeluhkan dampak simulasi penutupan jalan tol tersebut. “Pluit – Bandengan 4 jam, parah banget,” tulis seorang pengguna Instagram, @ony_lfc. “Slipi – Pluit jam 4.20 – 7.45,” keluh pengguna Instagram lainnya dengan nama akun @erick.lim_.

Wah, kalau sudah begini, nampaknya sejumlah otoritas terkait harus mempertimbangkan kembali sistem buka tutup gerbang tol ini, ya?