Waspada! “Human Trafficking” Lewat Moda Transportasi Umum

0
Sumber: alaskaairblog

The Transportation Security Administration (TSA) menghimbau kepada siapa saja yang berada di bandara pada liburan musim panas untuk tetap waspada dengan orang-orang yang berada di sekelilingnya yang mungkin saja merupakan korban dari perdagangan manusia (human trafficking) atau bahkan tersangka dari kejahatan jenis tersebut. Sejatinya, para pelaku jenis kejahatan ini akan mudah berbaur dengan warga sekitar karena kondisi bandara yang bisa dibilang tidak pernah sepi.

Baca Juga: Delay Luar Biasa, 6 Maskapai Ini Pecahkan Rekor!

Sebagaimana KabarPenumpang.com melansir dari wsav.com (16/6/2017), TSA mencatat ada lebih dari 2 juta orang yang mengudara di atas langit Amerika setiap harinya, dan fakta tersebut diamini oleh James Scott, Direktur Keamanan Savannah/Hilton Head International Airport. James mengatakan kuat kemungkinan orang-orang yang ada di bandara tersebut memiliki hubungan dengan kasus perdagangan manusia.

James menambahkan, orang-orang yang disinyalir sebagai korban dari perdagangan manusia bisa dilihat dari ciri-ciri yang melekat pada tubuh mereka. “Para korban biasanya memiliki luka lebam, dan identitas mereka seperti paspor dan lain-lain dipegang oleh orang lain. Mereka juga tdak diijinkan untuk berbicara, andaikan ada yang mengajaknya berbicara, maka pendampingnya lah yang akan menjawab pertanyaan tersebut,” tuturnya.

Berlandaskan pada masalah tersebut, setiap tahunnya TSA melakukan pelatihan sesuai dengan yang telah diamanatkan oleh Department of Homeland Security Blue Campaign, sebuah lembaga yang diperuntukkan sebagai penumpas perdagangan manusia. Terhitung sejak 2010 silam, bekerja sama dengan Departemen Imigrasi dan Bea Cukai, pelatihan ini ditujukan untuk mendorong kesadaran para karyawan dan penumpang untuk melihat dan melakukan intervensi dalam kasus-kasus perdagangan manusia.

Sheila Frederick. Sumber: independent.co.uk

Himbauan ini tentu saja mengingatkan kita tentang kejadian yang menimpa seorang remaja yang diduga sebagai korban perdagangan manusia di Negeri Paman Sam. Adalah Sheila Fedrick, seorang pramugari Alaska Airlines yang bertolak dari Seattle menuju San Francisco pertama kali menyadari ada sesuatu yang janggal dengan salah seorang penumpang yang berada di maskapai tersebut. Dalam keterangannya, Sheila mengatakan gadis itu Nampak lusuh dengan rambut yang berminyak.

Kejanggalan tersebut memancing Sheila untuk bertanya kepada remaja tersebut, namun pertanyaannya dijawab oleh kedua lelaki yang duduk persis di sampingnya, bahkan gadis itu sama sekali tidak menatap Sheila. Gerak-gerik ketiga orang ini semakin aneh ketika Sheila mencoba untuk berbicara lebih dalam, kedua pria ini terlihat lebih defensif dengan mementahkan semua pertanyaan yang dilontarkan.

Baca Juga: Semprotan Merica Masih Ampuh Melawan Penjahat

Melihat keanehan tersebut, pramugari asal Negara Bagian Alabama itu lalu mengisyaratkan gadis tersebut untuk pergi ke kamar kecil. Sejurus kemudian, Sheila langsung pergi ke kamar mandi dan meninggalkan surat di cerminnya. Ternyata gadis belia tersebut membalas surat yang ditinggalkan oleh Sheila yang bertuliskan bahwa ia membutuhkan bantuan.

Sheila yang kaget lalu bergegas menuju ke kokpit dan memberitahu pilot mengenai kejadian yang baru saja ia alami. Tak membutuhkan waktu lama, sang pilot lalu mendaratkan pesawatnya dan petugas berwajib langsung mengamankan kedua pria yang diduga sebagai pelaku perdagangan manusia tersebut. Jadi, diharapkan bagi pengguna sarana transportasi dimanapun berada, untuk lebih waspada dan lebih peka terhadap sekitar, siapa tahu Anda bisa menjadi pahlawan layaknya Sheila Fedrick.

Leave a Reply