130 Kasus Virus Corona di Perancis, Museum Louvre Ditutup

0
Museum Louvre di Perancis

Virus corona yang kini sudah menyebar ke lebih dari 60 negara membuat museum terkenal di Perancis yakni Museum Luovre harus tutup pada hari Minggu kemarin. Penutupan ini setelah kasus virus corona meningkat di seluruh Eropa dan sekitarnya.

Baca juga: Pakai StadiumPod di Kabin Pesawat, Pebisnis Ini Coba Cegah Tertular Virus Corona

Musemu Louvre sendiri menjadi yang paling banyak dikunjungi pelancong di dunia dan beberapa pelancong yang datang pada Minggu sore mengeluh karena penutupan tersebut. KabarPenumpang.com melansir laman alkhaleejtoday.co (1/3/2020), keluhan tersebut karena pelancong telah memesan tiket pada pagi yang sama tanpa ada pemberitahuan apapun terkait penutupan museum.

Diketahui, di Perancis sendiri sudah ada 130 kasus yang dikonfirmasi dan dua yang meninggal dari virus corona ini. Negara yang terkenal dengan menara Eiffelnya ini melarang pertemuan lima ribu orang atau lebih. Mereka juga menutup sekolah dan membatalkan layanan keagamaan di beberapa zona yang terdampak.

Ternyata pada hari Minggu kemarin, tak hanya Museum Louvre yang tutup tetapi pagelaran marathon di Paris juga dibatalkan. Dua kasus yang dikonfirmasi di Perancis pada hari Minggu adalah anak-anak berusia satu dan lima tahun serta ibu mereka yang berusia 27 tahun di kota Strasbourg timur.

Namun, meski begitu, di Perancis tidak ada anak di bawah sepuluh tahun yang dilaporkan meninggal karena virus corona itu. Virus corona saat ini juga telah mengguncang pasar global dan mendorong langkah-langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dari pemerintah yang berebut untuk menanggulangi wabah tersebut.

Saat ini World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia sudah memperingatkan dan menghimbau seluruh dunia akan bahayanya virus ini. Di Amerika Serikat dan Australia mengumumkan kematian akbiat virus corona pertama mereka selama akhir pekan.

Sedangkan Cina melaporkan adanya 573 infeksi baru pada hari Minggu. Virus corona sendiri menyebar dengan cepat melintasi perbatasan dengan Korea Selatan, Italia dan Iran yang saat ini menjadi salah satu negara terbanyak yang terinfeksi.

Dalam beberapa hari terakhir, epidemi telah menyebar ke Afrika sub-Sahara, sementara Armenia dan Republik Ceko melaporkan kasus pertama mereka pada hari Minggu, dan kasus-kasus di Jerman berlipat ganda. Pada hari Minggu, Kementerian Kesehatan Kerajaan Bahrain mengatakan telah mendaftarkan tujuh kasus baru yang dikonfirmasi dari virus corona, meningkatkan total kasus yang dikonfirmasi menjadi 33.

Semua orang yang berhubungan dengan pasien yang terinfeksi juga telah dikarantina sebagai upaya pencegahan. Qatar, Ekuador, Luksemburg dan Irlandia semuanya mengkonfirmasi kasus pertama mereka pada hari Sabtu ketika virus melanjutkan pawai globalnya di luar perbatasan China.

Negara yang paling terpukul di Eropa Italia mengatakan pada hari Minggu pihaknya akan mengirimkan 3,6 miliar euro ($4 juta) dalam bantuan darurat untuk sektor-sektor yang terkena virus. Italia mengalami lonjakan kasus baru pada Sabtu, sehingga jumlah total infeksi mencapai di atas seribu, dengan 29 kematian.

Wabah ini juga memaksa penundaan lima pertandingan di liga sepak bola Serie A teratas Italia, termasuk pertandingan kelas berat antara juara Juventus dan Inter Milan. Bahkan di Indonesia hari ini, Senin (2/3/2020) mengumumkan dua orang positif terinfeksi virus corona dan sudah masuk dalam ruang isolasi serta rumah sakit dan orang-orang yang berhubungan dengan dua pasien ini sudah di karantina.

Kekhawatiran memuncak bahwa penyakit ini dapat membahayakan ekonomi global. Pasar saham di negara-negara Teluk yang kaya minyak anjlok pada hari Minggu setelah bursa global terpuruk minggu lalu, merosot ke level terendah sejak krisis keuangan 2008.

Ekonomi Cina juga terpukul ketika pabrik-pabrik tutup dan jutaan orang tinggal di rumah setelah pemerintah memberlakukan tindakan penguncian di seluruh petak negara.
Dengan kematian dari virus corona yang terdaftar di AS, Thailand dan Australia selama akhir pekan dan kasus-kasus baru masih melonjak di Italia dan Iran, para pedagang memulai minggu ini dengan gelisah.

Baca juga: Miris, Inilah Tampilan Ruang Udara Cina Sebelum dan Sesudah Wabah Virus Corona, Sepi!

Ekonom Goldman Sachs sekarang memperkirakan virus itu akan menimbulkan “kontraksi global jangka pendek” pada ekonomi dunia yang memaksa The Fed untuk memangkas suku bunga di babak pertama. Ketua Fed Jerome Powell telah membuka pintu untuk penurunan suku bunga, mengutip “risiko yang berkembang” yang ditimbulkan pada ekonomi AS dari virus, dalam sebuah pernyataan langka yang dikeluarkan pada hari Jumat.

Leave a Reply