[18+] Hampir Separuh Pramugari di Jerman Pernah Alami Pelecehan Seksual!

Sumber: Eurowings

Siapa di antara Anda di sini yang pernah atau masih bercita-cita menjadi seorang pramugari? Bisa berkeliling dunia, memiliki pendapatan yang cukup besar, dan dapat bertemu dengan orang-orang baru merupakan segerintil keuntungan yang akan Anda dapatkan ketika menjadi seorang pramugari. Tapi tahukah Anda bahwa seorang pramugari merupakan salah satu pekerjaan yang ‘rawan’ akan pelecehan seksual?

Baca Juga: Pasca Pelecehan Pada Awak Kabin, EVA Air Siap ‘Banned’ Penumpang yang Berperilaku Tak Pantas

Di Jerman, hampir 50 persen pramugari pernah menjadi objek pelecehan seksual. Angka ini tentu saja menjadi ironi tersendiri mengingat betapa dieksploitasinya image seorang pramugari yang identik dengan baju serba ketat dan terkadang tidak seronok ini. Belum lagi sejumlah iklan yang dibuat oleh pihak maskapai yang menyertai awak kabin (pramugari) dan menambahkan bumbu vulgar pada iklan tersebut. Sampai sini saja, image pramugari sudah cukup untuk dijadikan fantasi oleh pria hidung belang.

KabarPenumpang.com mengutip dari laman paddleyourownkanoo.com, sebuah survei yang dilakukan oleh Independent Flight Attendant Organization (UFO) yang mewakili awak kabin di Lufthansa, Eurowings dan Condor menghasilkan angka 49,6 persen yang mengaku pernah menjadi objek pelecehan seksual ketika mereka bertugas.

Fakta lain yang lebih mengejutkan adalah setengah dari presentase tersebut dilakukan oleh onboard supervisors, sementara penumpang menyumbang seperempat dari presentase yang sama. Sebagian besar dari pelecehan seksual ini terjadi ketika pesawat berada di udara, dan 37 persennya terjadi ketika pramugari tengah layover.

Tidak hanya di Negeri Bavaria saja, pelecehan sekual di dunia aviasi juga marak terjadi di Negeri Paman Sam, dimana sebuah survei berbeda menujukkan bahwa dua pertiga awak kabin yang beroperasi di sana pernah mengalami pelecehan seksual sepanjang karir mereka.

Mengintip dari data yang dirilis tahun lalu saja, sebanyak 35 persen pramugari mengaku pernah mendapatkan pelecehan seksual verbal dari penumpang. Mirisnya, dua pertiga dari presentase tersebut tidak melihat suatu upaya yang serius dari pihak maskapai untuk mengentaskan masalah ini.

Baca Juga: Kerap Alami Pelecehan, Cathay Pacific Bakal Ganti Seragam Awak Kabin

Diperlukannya pengawasan lebih terhadap penyebaran iklan yang menayangkan pramugari dan setiap maskapai harus berupaya untuk menghapuskan citra seksualitas seorang wanita pada awak kabin. Setidaknya langkah ini dapat meminimalisir pelecehan seksual terhadap pramugari.

Selain kontrol dari pihak perusahaan, kontrol pribadi juga harus mulai diterapkan oleh setiap penumpang dan lapisan masyarakat lain yang berhubungan langsung dengan awak kabin. Niscaya, angka ini akan perlahan menurun dan lambat laun akan menghilang.