Terintegrasi Jak Lingko, Naik Bus TransJakarta Lebih Hemat

0

Pengguna transportasi umum seperti bus TransJakarta kini akan dimudahkan dengan adanya integrasi bernama Jak Lingko yang merupakan transformasi program Ok-Otrip. Adanya kemudahan integrasi yakni dimana penumpang yang naik mikrotrans dengan tarif Rp0 akan bisa terintegrasi dengan bus TransJakarta dan dikenakan tarif Rp5 ribu.

Baca juga: Hapus Mesin EDC untuk Pembayaran, TransJakarta Tambah Reader TOB di Bus Pengumpan

KabarPenumpang.com yang menghubungi pihak Humas TransJakarta dijelaskan, bahwa adanya tarif Rp5 ribu yang terintegrasi antara TransJakarta dengan mikrotrans merupakan skema tiga jam. Dimana dikatakan pihak humas TransJakarta, penumpang yang naik mikrotrans kemudian berpindah ke bus TransJakarta akan dikenakan tarif normal Rp3500, kemudian dalam tiga jam naik lagi maka hanya dikenakan Rp1500.

“Misal naik mikrotrans ini 0 rupiah, pindah ke Cililitan naik Transjakarta koridor 10, tap in di kartu Rp3500 terpotong. Sampai di PGC belanja dulu belum sampai tiga jam balik lagi pulang. Nah ketika tapping di halte hanya Rp1500 terpotongnya, jadi Rp5 ribu dalam tiga jam,” kata Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas Transjakarta, Nadia Diposanjoyo.

Dia mengatakan saat ini ada 1231 armada mikrotrans yang sudah melayani 48 rute dan kedepannya target TransJakarta bisa mencapai 6360 armada hingga tahun 2020 mendatang. Nadia menambahkan, Jak Lingko sendiri adalah transformasi OK-Otrip yang merupakan sistem transportasi yang terintegrasi baik rute, manajemen hingga pembayaran.

Integrasi ini sendiri tidak hanya antar mikrotrans, bus kecil, bus medium hingga bus besar di TransJakarta, tetapi juga melibatkan transportasi berbasis rel yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta seperti MRT dan LRT.

Dalam kesempatan itu, Nadia juga memaparkan kalau pihaknya terus melakukan sosialisasi intensif kepada masyarakat. Salah satunya dengan menggandeng Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta. Menurutnya transportasi publik yang terintegrasi memberikan rasa aman bagi anak-anak ketika pergi sekolah.

Baca juga: Skybridge MRT Jakarta Hubungkan Poins Square dan Halte TransJakarta

Pun dari sisi lingkungan, penggunaan kendaraan umum memungkinkan keselamatan anak Lebih baik sehubungan dengan tidak perlunya mereka membawa kendaraan ke sekolah. Nadia berharap, dengan adanya sistem integrasi ini kedepannya juga akan memudahkan masyarakat yang akan bepergian dan dengan tarif integrasi yang sudah disesuaikan.

Leave a Reply