“1940s Weekend Railway at War,” Cara Edukasi dan Nostalgia Sejarah Kereta ala Britania Raya

Bicara tentang sejarah Perang Dunia II maka tak bisa dilepaskan dari eksistensi wahana kereta api. Betapa tidak, selain digunakan sebagai alat transportasi warga untuk evakuasi, peran kuda besi saat itu juga identik sebagai pengangkut pasukan, logistik, pelayanan kesehatan, bahkan telah tercipta beberapa kereta yang dilengkapi persenjataan. Boleh dikata, babak Perang Dunia II baik di Eropa dan sebagian Asia kental dengan derap sejarah kereta api, khususnya di zaman kereta uap.

Baca juga: Pindad V-16, Vooridjer di Atas Rel Berlapis Baja Buatan Dalam Negeri

Beragkat dari kentalnya sejarah kereta semasa era Perang Dunia II, di Inggris operator Mid-Norfolk Railway (MNR) mencanangkan program yang disebut “1940s Weekend Railway at War.” Hajatan yang digelar 4 dan 5 Agustus 2018 ini punya kekhasan tersendiri, bukan sebatas penumpang diajak menumpangi kereta tua, lebih dari itu ada empat stasiun yang didandani ornamen bergenre era 40-an. Penumpang ditawarkam melakukan perjalanan dari Stasiun Dereham ke Wymondham dengan kereta uap dan berpakaian ala pelaku sejarah, yaitu sebagai prajurit atau warga sipil. Adanya ratusan orang dengan konstum cosplay Perang Dunia II menciptakan sebuah pemandangan layaknya momen pengambilan gambar film kolosal.

Seperti Stasiun Wymondham disulap menjadi semacam pasar yang menjajakan beragam pernak pernik khas era 40-an. Termasuk di bagian lapangan dipamerkan secara statis beragam kendaraan militer yang pernah digunakan pasukan sekutu. Nicky Reynolds dari Land Army group Soil Cinderellas yang meenjadi koordinator acara tersebut mengatakan,”kami ingin menjadikan acara ini sebagai momen edukasi bagi generasi muda, dan sekaligus saat yang tepat bagi mereka yang terlibat dalam Perang Dunia II untuk bisa bernostalgia,” ujar Reynolds dikutip KabarPenumpang.com dari mnr.org.uk.

Sebagai momen yang penuh keceriaan di musim panas, acara ini disokong oleh beberapa perusahaan seperti merek bir ternama Elmtree, produsen minuman teh, sampai salon penata rambut antik (vintage). Untuk memikat pengunjung, setiap pukul tiga sore diadakan pertunjukan perang-perangan di peron stasiun yang menggunakan beragam senjata pada zaman Perang Dunia.

Agar mendapat kesan dramatis, Stasiun Hardingham di sisi lain diperankan telah berhasil diduduki oleh pasukan Jerman. 1940s Weekend Railway at War telah berlangsung selama enam tahun belakangan, dan animo pengunjung semakin ramai dari waktu ke waktu. Untuk bisa menikmati acara hiburan yang penuh sejarah ini, pengunjung dewasa harus merogok kocek 17 euro untuk satu hari pertunjukan, atau 32 euro untuk paket dua hari pertunjukan. Anak usia lima sampai lima belas tahun tarifnya 9 euro. Sementara anak di bawah usia lima tahun dan manula di atas usia 60 tahun bisa menikmati acara secara gratis.

Baca juga: Museum Kereta Api Bondowoso, Saksi Sejarah Gerbong Maut Pengangkut 100 Pejuang Kemerdekaan

Berkaca di Indonesia, semestinya apa yang dilakukan oleh MNR bisa pula digarap oleh PT KAI, terutama dengan memaksimalkan peran Unit Heritage KAI yang selama ini dikenal luas perannya dalam melestarikan aset-aset bersejarah jaringan kereta di Indonesia.