23 September, Hari Bahari Nasional yang Ingatkan Pada Lagu ”Nenek Moyangku Seorang Pelaut”

0
Laut Indonesia (istimewa)

Setiap tanggal 23 September Indonesia memperingati Hari Maritim yang kini dikenal dengan Hari Bahari Nasional. Penetapan Hari Bahari Nasional ini berawal dari pidato Presiden Soeharto pada 23 September 1967 silam.

Baca juga: Ini Daftar 9 Pelabuhan Laut Tersibuk di Indonesia

Presiden kedua Republik Indonesia ini menjadikan Hari Bahari Nasional dengan harapan bisa menjadi momentum dalam pelestarian serta meningkatkan potensi bahari nusantara. Setiap merayakan Hari Bahari Nasional, seakan teringat dengan lagu ”nenek moyangku seorang pelaut”.

Ya, ini tak bisa dipungkiri sebab, Indonesia memiliki lautan yang lebih luas dibandingkan daratannya. Sebab tiga per empat bagiannya adalah lautan dan sebenarnya Indonesia bukan merupakan Negeri Kepulauan melainkan Negeri Lautan atau Bahari.

Dengan sebutan ini bisa menjadikan laut Indonesia tidak dilupakan dan aspek kelautan senantiasa menghiasi setiap gerak langkah kebijakan pembangunan yang ada. Bahkan dari lautan yang dimiliki Indonesia bisa membenahi krisis yang tengah dihadapi saat ini.

Namun sayangnya Indonesia yang dikaruniai lautan yang indah dan luas belum benar-benar terjamah dengan baik untuk pembangunan berkelanjutannya. Meski begitu perlahan-lahan, Indonesia mulai mengeksplorasi lautan yang ada baik dalam sektor industri pangan maupun wisata baharinya.

Apalagi di beberapa titik lautan Indonesia memiliki kekayaan biota laut yang kerap kali di sambangi pelancong untuk menyelam atau sekedar menikmati keindahan laut. Sedangkan di industri pangan, Indonesia memiliki kekayaan laut yang berlimpah dan beragam.

Selain itu, salah satu aspek yang sudah mulai dibangun saat ini adalah pengembangan tol laut. Di mana tol laut adalah jalur pelayaran yang bebas hambatan dan menghubungkan pelabuhan-pelabuhan di seluruh Indonesia.

Baca juga: Rute Tol laut Tanjung Priok-Panjang, Akankah Berdampak Pada Lintasan Merak-Bakauheni?

Kehadiran tol laut diharapkan membantu pengiriman barang dari satu pulau ke pulau lainnya, sehingga tidak terjadi kelangkaan bahan-bahan pokok baik itu sembako, BBM hingga semen. Bahkan ini juga diharapkan agar harga barang bisa lebih murah dari pengiriman menggunakan moda transportasi lainnya. Lewat laut ini pula, warisan nenek moyang akan tetap bisa lestari sampai kapanpun, asal kita semua bisa menjaga dan melestarikannya.

Leave a Reply