Rute Tol laut Tanjung Priok-Panjang, Akankah Berdampak Pada Lintasan Merak-Bakauheni?

0
Pelabuhan Tanjung Priok

Jalur tol laut dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta menuju Pelabuhan Panjang, Lampung sudah resmi beroperasi sejak 22 Juni 2016 lalu. Tol laut ini juga menarik perhatian masyarakat dan disambut dengan baik. Karena rute ini sebenarnya memudahkan para pemudik yang akan pulang dari Jakarta menuju Lampung atau sebaliknya dan tidak perlu lagi untuk berdesakan di Pelabuhan Merak, Banten ataupun Bakauheni, Lampung.

Sebenarnya selain memudahkan penumpang dari arah Jakarta dan Jawa Barat, rute ini juga digadang mampu mengurangi kemacetan arus mudik di jalur tol menuju Merak. Hingga saat ini, rute Tanjung Priok – Panjang dilayani dengan tiga kapal ferry RoRo (Roll On Roll Off) dengan operator PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) yakni KM Mutiara Sentosa II, KM Mutiara Sentosa III dan KM Mutiara Timur I.

Baca Juga: Mengenal Bakauheni, Pelabuhan Utama Penghubung Transportasi ke Sumatera

Untuk jadwal perjalannnya sendiri, tiga kali sehari yakni pukul 07.00, 15.00 dan pukul 23.00 WIB. Sebagai perbandingan, dalam sekali perjalanan ferr dari Pelabuhan Merak menuju PelabuhanBakauheni memakan waktu tiga hingga tiga jam setengah jam, tergantung pada kondisi cuaca dan arus. Sedangkan dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju ke Pelabuhan Panjang memakan waktu delapan hingga sepuluh jam perjalanan. Ini wajar adanya mengingat jarak yang lebih jauh untuk ditempuh kapal ferry.

Tak hanya waktu tempuh, harga tiketnya sendiri pun lumayan jauh untuk penumpang sendiri dari Merak – Bakauheni hanya Rp15 ribu sedangkan dari Tanjung Priok – Panjang Rp55 ribu. Memang terlihat lebih murah dan menghemat uang tol sendiri. Uniknya untuk golongan X di Merak – Bakauheni tidak ada tetapi di Tanjung Priok – Panjang ada untuk dan harga tiketnya berdasarkan nego antar pengelola dan pengemudinya.

Baca Juga: Tarif Naik , ASDP Janjikan Peningkatan Kualitas Layanan di 14 Lintasan

Sayangnya, untuk dermaga kapal RoRo ini jaraknya sangat berjauhan, berbeda dengan di Merak – Bakauheni yang jaraknya tidak jauh dari satu dermaga ke dermaga lainnya. Setiap pengguna jasa akan lebih dimudahkan dengan adanya penyeberangan dari Tanjung Priok, beberapa pengamat transportasi menyebut beroperasinya lintasan ini tidak menutup kemungkinan akan berdampak pada lintasan ferry Merak – Bakauheni yang kini dioperasikan BUMN PT ASDP Indonesia Ferry.

Dari info yang KabarPenumpang.com dapatkan saat ini, jalur Tanjung Priok – Panjang juga relarif bersih dari pungli atau pungutan yang tidak jelas. Meski begitu, faktanya masih banyak pengguna yang lebih memilih jalur Merak – Bakauheni dikarenakan waktu penyeberangan yang cukup cepat. Kemudian, harga tiket yang lebih murah hampir tiga kali lipat dibandingkan Tanjung Priok – Panjang. Dan pastinya, lintasan Merak – Bakauheni dilayani selama 24 jam oleh puluhan armada kapal ferry.

Baca juga: Mengenal Pelabuhan Merak, Gerbang Penyeberangan Tersibuk di Indonesia

Dikutip KabarPenumpang.com dari tribunnews.com, tarif penumpang pejalan kaki dewasa sebesar Rp 55 ribu, sementara anak-anak dikenakan Rp 35 ribu. Sedangkan, tarif kendaraan dibagi menjadi 10 golongan. Berikut daftar tarifnya.

1. Golongan I jenis sepeda, Rp 90 ribu.
2. Golongan II jenis motor roda dua, Rp 115 ribu.
3. Golongan III jenis motor roda tiga atau motor roda dua di atas 250 cc, Rp 180 ribu.
4. Golongan IV penumpang jenis sedan, jeep, dan sejenisnya, Rp 475 ribu.
5. Golongan IV barang jenis pikap, mobil box, Rp 450 ribu.
6. Golongan V penumpang jenis bus kecil, Rp 965 ribu.
7. Golongan V barang jenis truk sedang, Rp 825 ribu.
8. Golongan VI penumpang jenis bus besar, Rp 1.455.000.
9. Golongan VI barang jenis truk besar, Rp 1.275.000.
10. Golongan VII jenis tronton, Rp 1.720.000.
11. Golongan VIII jenis trailer 20 feet, Rp 2.115.000.
12. Golongan IX jenis trailer 40 feet/ truk gandeng, Rp 3.305.000.
13. Golongan X jenis alat berat, tarif nego.

Leave a Reply