Wednesday, June 3, 2026
HomeDestinasiTembus Batas Penerbangan Langsung Terjauh, Airbus A350-1000ULR Sukses Terbang Perdana di Perancis

Tembus Batas Penerbangan Langsung Terjauh, Airbus A350-1000ULR Sukses Terbang Perdana di Perancis

Industri penerbangan sipil dunia resmi memasuki babak baru dalam sejarah penerbangan jarak jauh (ultra-long-haul). Pabrikan pesawat asal Eropa, Airbus, mengumumkan keberhasilan penerbangan perdana dari varian pesawat penumpang dengan jangkauan terjauh di dunia, Airbus A350-1000ULR (Ultra Long Range).

Pesawat dengan nomor manufaktur MSN 707 yang berbalut instrumen uji terbang khusus tersebut sukses mengudara dari fasilitas utama Airbus di Toulouse, Perancis, pada tanggal 2 Juni 2026. Dalam penerbangan perdananya, pesawat jet berbadan lebar (widebody) ini mengangkasa selama tiga jam 43 menit dan berhasil mencapai ketinggian jelajah sedikit di atas 41.000 kaki di bawah kendali penuh kru uji terbang profesional Airbus. Keberhasilan krusial ini menandai dimulainya kampanye uji coba udara selama dua bulan ke depan guna memperoleh sertifikasi resmi sebelum pesawat siap diserahkan kepada maskapai peluncur.

Varian A350-1000ULR ini dikembangkan secara khusus oleh Airbus untuk memenuhi ambisi besar maskapai penerbangan nasional Australia, Qantas Airways, lewat program legendaris mereka yang bertajuk Project Sunrise. Melalui varian ultra-jauh ini, Qantas bersiap mencetak sejarah baru dengan membuka rute penerbangan komersial langsung tanpa transit (non-stop) dari Sydney menuju London untuk pertama kalinya.

Penerbangan epik tersebut akan menempuh jarak fantastis yang mencapai hampir 10.000 mil laut (sekitar 18.520 kilometer) dengan estimasi waktu tempuh di udara hingga 22 jam tanpa henti. Kemampuan jelajah ekstrem ini dapat dicapai berkat modifikasi struktural pada pesawat berupa integrasi tangki bahan bakar tengah bagian belakang tambahan (Rear Centre Tank – RCT), yang secara signifikan mendongkrak performa pesawat sekaligus menambah radius terbang hingga 1.000 mil laut lebih jauh dibanding varian standar.

Selama penerbangan perdana di langit Perancis, kru penerbang yang dipimpin oleh pilot uji eksperimental Thomas Wilhelm dan Anthony Flynn, serta insinyur penerbangan Laurent Rossignol, Tuan Do, Alexia Plumet, dan Vincent Frayssinet, fokus melakukan pemeriksaan performa umum pesawat serta menguji arsitektur sistem bahan bakar baru yang tertanam pada tangki RCT.

Selain kapasitas bahan bakar, Airbus juga bersiap menyertifikasi sistem pendingin udara dapur (galley air cooling system) baru yang menggunakan unit refrigerasi lebih ringan dan efisien untuk kebutuhan penerbangan super-panjang. Aspek kenyamanan penumpang juga menjadi prioritas utama yang diuji secara menyeluruh, mencakup sistem ventilasi serta kendali suhu kabin guna memastikan kondisi fisik penumpang tetap prima selama berada di dalam penerbangan berdurasi hampir sehari penuh tersebut. Setelah seluruh rangkaian kampanye uji terbang selesai, pesawat MSN 707 ini akan masuk kembali ke dalam hanggar untuk dimodifikasi dan dipasangi interior sesuai spesifikasi komersial premium pesanan Qantas.

Rencana pengiriman armada ini juga dilaporkan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Unit kedua A350-1000ULR pesanan Qantas, yang dijadwalkan menjadi pesawat pertama yang diserahkan secara resmi ke maskapai pada bulan April 2027, saat ini sudah memasuki tahap akhir perakitan (final assembly) dan siap keluar dari bengkel pengecatan dalam beberapa hari mendatang.

Setelah proses pengecatan rampung, pesawat kedua tersebut akan langsung menjalani proses instalasi mesin serta pemasangan interior kabin premium empat kelas (four-class cabin layout) yang super-mewah milik Qantas. Secara total, Qantas telah memesan sebanyak 12 unit varian A350-1000ULR demi menembus batas terakhir penerbangan langsung dari Australia, di samping pesanan 12 unit varian A350-1000 standar lainnya yang akan dioperasikan untuk memperkuat jaringan penerbangan jarak jauh global milik mereka.

Hadirnya A350-1000ULR memantapkan posisi keluarga besar A350 sebagai lini pesawat berbadan lebar modern paling sukses di pasaran, mendampingi varian yang sudah eksis seperti A350-900, A350-900ULR, dan A350-1000 standar. Seluruh varian ini telah menetapkan standar baru dalam industri penerbangan jarak jauh berkat efisiensi konsumsi bahan bakar yang tinggi, reduksi emisi karbon yang signifikan, serta tingkat kesenyapan kabin yang superior bagi kenyamanan penumpang.

Dominasi Airbus di segmen ini juga akan semakin diperkuat dengan rencana penerbangan perdana pesawat kargo murni teranyar mereka, A350F, yang dijadwalkan terbang pada akhir tahun ini. Berdasarkan data komulatif hingga akhir April 2026, keluarga besar Airbus A350 telah berhasil mengantongi total 1.579 pesanan dari 68 pelanggan di seluruh dunia, dengan lebih dari 700 unit di antaranya telah aktif beroperasi di bawah bendera 41 maskapai global.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru