57 Persen Orang India Lebih Suka Naik Taksi Online Dibanding Taksi Konvensional

0

Sebanyak 57 persen orang India lebih suka naik kendaraan ride-hailing dan 74 persen lainnya lebih suka naik taksi konvensional dengan argometer. Hasil ini didapatkan setelah sebuah studi konsumen otomotif global Deloitte 2020 dengan mensurvei 35 ribu konsumen dari 20 negara.

Baca juga: Ternyata! Biaya Taksi di Jakarta Tidak Semahal di Negeri Tetangga

Bisa dikatakan hasil yang didapat tersebut jumlahnya lebih tinggi dari pada orang-orang di Cina, Amerika Serikat, Jerman dan Jepang. Bahkan hasil ini juga dipengaruhi dengan kehadiran taksi berbasis aplikasi yang mulai berkembang di India seperti Uber dan Ola.

KabarPenumpang.com melansir laman indiatimes.com (23/1/2020), dalam penelitian yang lebih lanjut terhadap studi tersebut, menunjukkan sekitar 64 persen konsumen di India lahir setelah tahun 1980-an. Mereka mempertanyakan perlunya memiliki kendaraan.

Tak hanya itu, hasil ini juga mengungkap frekuensi orang India menggunakan taksi online meningkat menjadi 32 persen pada awal tahun 2020 dan lebih tinggi dari tahun 2019 lalu yang hanya 26 persen. Namun jumlah ini pun jauh lebih sedikit dibandingkan tahun 2017 yang mencatat hasil 47 persen konsumen menggunakan taksi online.

Dari jumlah 32 persen tersebut frekuensi orang India menggunakan taksi online ternyata sebanyak satu kali dalam seminggu. Pengguna taksi online tersebut lebih banyak generasi millenial.

Menurut generasi millenial ini, kenyamanan memesan taksi melalui ponsel pintar memudahkan mereka. Menteri Keuangan India, Nirmala Sitharaman mengatakan, bahwa peningkatan penggunaan taksi online adalah salah satu alasan di balik penurunan penjualan mobil di negara tersebut.

Tak hanya itu, seiring berkembangnya teknologi pada transportasi, hasil survei juga mendapatan bahwa 80 persen konsumen India berpikir peningkatan konektivitas pada kendaraan akan bermanfaat. Sedangkan 58 persen lainnya percaya kendaraan otonom tidak aman.

Ini karena orang India ragu terkait keselamatan kendaraan otonom dan kemampuan mobil melintas di jalanan. Persentase konsumen, yang setuju bahwa kendaraan otonom tidak akan aman untuk digunakan, diperkirakan akan meningkat sebesar 10 persen tahun ini.

Baca juga: Lewat Aplikasi, Uber Wajibkan Pengemudi Untuk Istirahat Setelah 12 Jam Beroperasi

“Sementara tahun lalu melukai pemain otomotif dalam jangka pendek, meningkatnya penjualan mobil yang terhubung internet dan meningkatnya minat terhadap BEV (baterai listrik) menunjukkan bahwa Kecerdasan teknologi milenium India yang cerdas untuk mendapatkan nilai uang akan membuat para pemain otomotif tetap waspada. Survei konsumen kami menunjukkan bahwa konsumen India terbuka terhadap gagasan investasi untuk teknologi kendaraan canggih dan tren ini telah meningkat selama bertahun-tahun; salah satu bidang utama bagi OEM untuk fokus,” kata Rajeev Singh, Mitra dan pemimpin otomotif Doloitte India.

Leave a Reply