Setiap penerbangan sipil di Uni Emirat Arab (UEA) kini mulai dikawal jet tempur. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir ancaman terhadap pesawat sipil selama berada di ruang udara UEA.
Baca juga: Buntut Krisis Timur Tengah: Sebagian Besar Armada A380 Emirates Terjebak di Berbagai Belahan Dunia
Laporan CNBC International menyebut, sejak 3 Maret 2026 lalu atau empat hari setelah perang Amerika-Israel vs Iran dimulai, salah satu penerbangan sipil rute Mumbai-Dubai disebut mendapat pengawalan dua jet tempur.
Hal itu dikatakan langsung oleh awak kabin yang bertugas, meskipun penumpang dalam penerbangan tersebut tidak melihatnya secara visual. Tetapi, fakta penerbangan bisa saja menjawab klaim tersebut.
Every civilian plane in the UAE is guarded by a fighter jet to protect it
Man is the most expensive in the UAE 🇦🇪❤️ pic.twitter.com/dDW1A79zgI
— سلطان الوشاحي (@SAlwashahi) March 5, 2026
30 menit jelang mendarat di Bandara Internasional Dubai, pesawat sempat diminta untuk kembali ke Mumbai karena ancaman rudal Iran yang menghantui. Pesawat akhirnya mendapat clearance untuk mendarat di Dubai satu jam lebih lambat dari jadwal semula.
Selain penerbangan sipil dari luar UEA ke dalam UEA, Gulf News menyebut penerbangan sipil dari UEA keluar UEA juga mendapat pengawalan dari jet tempur. Selain penerbangan berjadwal, pesawat sipil yang berangkat dari Dubai ataupun Abu Dhabi juga merupakan penerbangan repatriasi atau penerbangan charter menggunakan pesawat sipil.
Baca juga: Uni Emirat Arab Mulai Pulihkan Penerbangan Terbatas di Tengah Kekacauan Udara
Penerbangan tersebut umumnya dari beberapa negara besar seperti Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Perancis, untuk mengevakuasi warganya yang terjebat di UEA.
Fenomena jet tempur mengawal pesawat sipil memang bukan hal baru. Selain saat terjadi konflik seperti saat ini di Timur Tengah, pesawat sipil juga akan dikawal jet tempur bila mengangkut penumpang eksekutif atau pemimpin negara di dalamnya; termasuk saat gelaran pameran dirgantara (semisal Dubai Airshow), putus komunikasi dengan ATC, sampai dicurigai sebagai pesawat mata-mata.
