Saturday, April 18, 2026
HomeAnalisa AngkutanEra Baru Perbatasan Eropa: 29 Negara Resmi Aktifkan Sistem Entry-Exit (EES) Digital...

Era Baru Perbatasan Eropa: 29 Negara Resmi Aktifkan Sistem Entry-Exit (EES) Digital Secara Serentak

Dunia perjalanan internasional kini memasuki babak baru seiring dengan langkah ambisius 29 negara Eropa yang secara resmi mengaktifkan Sistem Entry-Exit (EES) berbasis digital sepenuhnya. Berdasarkan laporan terbaru dari Travel and Tour World (10/4), sistem otomatis ini dirancang untuk menggantikan metode stempel paspor manual yang telah digunakan selama puluhan tahun di kawasan Schengen.

Dengan aktivasi serentak ini, setiap warga negara non-Uni Eropa yang memasuki wilayah tersebut kini akan didata melalui pemindaian biometrik, mencakup sidik jari dan pengenalan wajah. Langkah ini diambil guna meningkatkan keamanan perbatasan serta memantau durasi tinggal wisatawan secara lebih akurat, sekaligus meminimalisir risiko pemalsuan dokumen perjalanan.

Sebaiknya Anda Tahu, Era Stempel Paspor di Negara Schengen Berakhir pada 10 November 2024

Implementasi EES mencakup hampir seluruh negara anggota Uni Eropa ditambah beberapa negara non-anggota yang masuk dalam wilayah bebas paspor Schengen. Daftar negara yang kini mewajibkan sistem digital ini mencakup destinasi populer seperti Perancis, Jerman, Italia, Spanyol, Belanda, hingga negara-negara Nordik dan Baltik.

Bagi penumpang internasional, sistem ini berarti mereka harus bersiap menghadapi prosedur baru di bandara, pelabuhan, dan stasiun kereta api internasional. Di pintu masuk, wisatawan akan diminta melakukan registrasi data di kios digital yang tersedia sebelum berbicara dengan petugas imigrasi. Data tersebut kemudian akan disimpan di database terpusat selama tiga tahun, sehingga pada kunjungan berikutnya, proses verifikasi diharapkan dapat berjalan lebih cepat melalui pemindaian wajah saja.

Transisi digital penuh ini tidak lepas dari tantangan logistik di lapangan. Otoritas penerbangan dan operator bandara di seluruh Eropa telah memperingatkan kemungkinan adanya antrean yang lebih panjang selama fase awal implementasi ini. Penumpang disarankan untuk tiba di bandara lebih awal dan memastikan dokumen perjalanan mereka dalam kondisi baik untuk dipindai secara digital.

Meski pada awalnya mungkin terasa merepotkan, sistem EES ini diproyeksikan akan membuat perjalanan antarnegara di Eropa menjadi lebih lancar di masa depan karena integrasi data yang lebih baik. Bagi para penumpang asal Indonesia yang merencanakan perjalanan ke benua biru, memahami prosedur digital ini menjadi hal wajib guna menghindari kendala administratif saat melewati pintu pemeriksaan imigrasi Eropa.

Resmi Berlaku! EU Entry/Exit System (EES) Mengubah Perjalanan ke Schengen: Siapa yang Terkena Dampak?

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru