Tak hanya pertumbuhan mobilitas masyarakat pengguna kereta api di Pulau Jawa, ternyata bisa terlihat juga di jalur Sumatera. Ya, data yang diperoleh dari PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) menyebutkan bahwa masyarakat pengguna kereta api semakin meningkat. Hal ini terjadi di wilayah Divisi Regional (Divre) 3 dan 4 Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Memang transportasi kereta api khususnya angkutan penumpang di wilayah tersebut bisa dibilang sangat minim.
Diketahui beroperasinya kereta api di Sumbagsel meskipun cukup minim, namun antusias masyarakat sebagai pengguna setia cukup banyak. Apalagi jarak ke beberapa kota yang dilewati kereta api cukup jauh. Dengan harga yang relatif terjangkau dan praktis, kereta api wilayah Sumabgsel menjadi solusi terbaik untuk membawa penumpang ke berbagai kota tujuan.
Karena itulah, KAI terus memperkuat kapasitas layanan penumpang terkhusus di wilayah Lampung dan Sumatra Selatan melalui pengiriman 25 unit sarana kereta dari Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta menuju Divre IV Tanjungkarang dan wilayah Sumbagsel. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada layanan kereta api di wilayah tersebut.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan penguatan sarana dilakukan untuk menjaga layanan penumpang di Sumatra, terutama pada lintas yang mengalami pertumbuhan volume penumpang sepanjang 2026. Karena meningkatnya mobilitas masyarakat, tentunya kesiapan sarana perlu dipersiapkan secara bertahap agar kapasitas layanan dan keandalan operasional tetap terjaga.
Berdasarkan progres pengiriman sarana, KAI melaksanakan pengiriman secara bertahap selama Mei hingga Juni 2026. Proses tersebut dimulai dari loading sarana di Jakarta International Container Terminal (JICT), dilanjutkan transportasi menuju penyeberangan laut hingga pengiriman menuju wilayah Rajabasa.
Sebanyak 25 unit sarana yang dikirim terdiri dari kereta kelas ekonomi (K3), kereta makan (M1), dan kereta pembangkit (P) yang dipersiapkan untuk mendukung operasional layanan penumpang di wilayah Sumbagsel. Penguatan sarana tersebut selaras dengan pertumbuhan pelanggan pada layanan kereta api di Divre 3 Palembang dan 4 Tanjungkarang.
Selama Januari hingga April 2026, volume pelanggan pada layanan kereta api di wilayah tersebut terus menunjukkan peningkatan. Salah satunya terlihat pada layanan KA Rajabasa yang melayani 301.658 pelanggan atau naik 32,92 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 226.946 pelanggan.
Sementara itu, layanan KA Kuala Stabas melayani 246.555 pelanggan pada Januari hingga April 2026, bertambah dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 237.761 pelanggan. KAI menilai, tren tersebut menunjukkan kebutuhan mobilitas masyarakat antarkota di wilayah Sumatra terus berkembang, terutama pada layanan transportasi publik dengan kapasitas angkut besar dan waktu perjalanan yang lebih terukur.
Tentunya KAI juga terus melakukan sinkronisasi pengiriman sarana, persiapan jalur distribusi, serta koordinasi teknis pengangkutan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana operasional. Penguatan sarana yang dipersiapkan ini agar kapasitas layanan di Sumatra dapat mengikuti pertumbuhan pelanggan yang terus bergerak positif. Serta terus memantau kebutuhan operasional di setiap wilayah sehingga layanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
