Satu-satunya melayani pemberangkatan dari Stasiun Tanjung Karang menuju Stasiun Kertapati maupun sebaliknya, Kereta Api (KA) Rajabasa yang paling diminati masyarakat. Kereta api ini menjadi yang terbaik bagi penumpang yang ingin melakukan perjalanan yang singgah di berbagai daerah di kawasan Lampung maupun Palembang.
PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) mendata jumlah total penumpang Kereta Api Rajabasa sepanjang 2025 melayani 686.788 penumpang. Pada Januari – Mei 2026, layanan ini melayani 388.190 penumpang, meningkat 38,29 persen dibanding periode yang sama pada 2025 sebanyak 280.719 penumpang. Artinya, terdapat tambahan 107.471 penumpang dalam lima bulan pertama di tahun 2026.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa setiap perjalanan dengan KA Rajabasa tentunya memiliki arti bagi setiap orang. Ada yang berangkat untuk bekerja, berdagang, menempuh pendidikan, atau pulang ke rumah. Serta menghubungkan langkah-langkah yang terus berjalan setiap harinya.
Layanan kereta api tersebut melewati beberapa wilayah seperti Rejosari dan Tegineneng hingga daerah pertanian Bekri yang subur. Jalur rel kereta ini juga melewati pusat perdagangan di Kotabumi sebelum menuju wilayah Martapura serta Baturaja.
Selain itu, penumpang dapat menikmati pemandangan berupa rumah panggung khas Lampung dan hamparan kebun dari dalam kereta. Wilayah industri energi Prabumulih menjadi salah satu titik pemberhentian penting sebelum rangkaian tiba di Kertapati. Para penumpang bisa menemukan berbagai kebudayaan khas daerah setempat.
Mengingat meningkatnya penumpang pengguna setia KA Rajabasa relasi Tanjung Karang – Kertapati pp., PT KAI akan melakukan peningkatan fasilitas pada layanan kereta api tersebut. Karena mulai 4 Juli 2026, rangkaian KA Rajabasa akan menggunakan Kereta Ekonomi Premium Modifikasi yang menawarkan tingkat kenyamanan lebih baik dibandingkan sarana sebelumnya, yakni Kereta Ekonomi Tegak Lurus berkapasitas 106 tempat duduk.
Langkah ini dilakukan untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman, khususnya bagi pengguna KA Rajabasa yang melayani perjalanan antardaerah dengan durasi cukup panjang dan menjadi moda transportasi andalan masyarakat di Lampung dan Sumatera Selatan. Tentunya, pembaruan sarana tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan KAI dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
Anne menambahkan, berbagai masukan dari pelanggan menjadi salah satu landasan penting bagi perusahaan dalam merumuskan program peningkatan layanan. Menurutnya, KAI terus berupaya menghadirkan layanan yang semakin sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap perjalanan yang lebih nyaman, terjangkau, dan tetap andal.
Kedepannya, KAI menghadirkan Kereta Ekonomi Premium Modifikasi untuk memperbaiki pengalaman perjalanan penumpang. Dengan susunan 8 kereta ekonomi premium modifikasi, KA Rajabasa menyediakan 640 tempat duduk per perjalanan. Penumpang dapat menikmati individual seat dengan arm rest, reclining seat, AC central, stop kontak, serta konfigurasi tempat duduk yang lebih nyaman untuk perjalanan jarak jauh.
Diketahui bahwa KA Rajabasa merupakan kereta api Public Service Obligation (PSO) yang didukung Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. Melalui dukungan tersebut, masyarakat dapat melakukan perjalanan jarak jauh antara Palembang dan Bandar Lampung dengan tarif terjangkau. Untuk jarak terjauh Kertapati–Tanjungkarang maupun sebaliknya, tarif KA Rajabasa sebesar Rp32.000.
Jalur Kereta Lampung-Palembang, Sinergikan Lintasan Penumpang dan Batubara
