Layanan kereta api penumpang nasional Uni Emirat Arab (UEA), Etihad Rail, resmi memulai debut operasional rute perdana yang menghubungkan Abu Dhabi dan Fujairah pada akhir Juni 2026. Di tengah antusiasme masyarakat menyambut moda transportasi masal modern ini, pihak operator merilis panduan regulasi bagasi dan fasilitas di atas kereta (passenger charter) yang cukup menyita perhatian publik.
Langkah ini dirancang guna memastikan kenyamanan dan keselamatan perjalanan di dalam kereta yang mampu melesat hingga kecepatan 200 kilometer per jam tersebut. Kebijakan ini membawa angin segar bagi para pemilik hewan peliharaan, namun di sisi lain memberikan batasan ketat bagi para pengguna moda transportasi mikro (micro-mobility).
Bagi para pencinta binatang, Etihad Rail secara resmi mengumumkan kebijakan pet-friendly yang mengizinkan penumpang membawa hewan peliharaan domestik ke dalam gerbong kereta komersial mereka. Tidak tanggung-tanggung, hewan yang diperbolehkan mencakup anjing, kucing, hingga burung elang (falcon) yang memang menjadi bagian dari simbol budaya masyarakat UEA.
Kabar Gembira, Etihad Rail Mulai Operasikan Tahap Awal Kereta Penumpang per 30 Juni
Kendati demikian, operator menetapkan sejumlah syarat ketat: hewan wajib dimasukkan ke dalam kandang transit (carrier) yang disetujui dengan dimensi maksimal 55 x 40 x 23 sentimeter dan harus berada di bawah kendali pemilik sepanjang perjalanan. Penting dicatat bagi penumpang, kandang hewan ini akan dihitung sebagai kuota bagasi kabin standar (standard carry-on). Artinya, jika Anda membawa hewan peliharaan, Anda tidak diperkenankan lagi membawa tas kabin terpisah secara gratis. Pengecualian khusus diberikan untuk anjing pemandu (assistance dogs) tersertifikasi yang boleh mendampingi penyandang disabilitas dengan syarat wajib dikonfirmasikan terlebih dahulu ke pusat kontak Etihad Rail saat reservasi tiket.
Berbanding terbalik dengan kebijakan ramah hewan peliharaan, Etihad Rail justru menerapkan larangan ketat terhadap alat transportasi personal. Semua jenis sepeda konvensional, skuter listrik (e-scooters), hingga sepeda listrik (e-bikes) dilarang keras untuk dibawa masuk ke dalam layanan kereta penumpang. Kebijakan ini diambil demi aspek keselamatan dan efisiensi ruang gerbong, mengingat operasional kereta berkecepatan tinggi menuntut koridor yang bebas dari potensi bahaya baterai litium berkapasitas besar serta struktur kendaraan roda dua yang dapat mengganggu alur evakuasi darurat.
Di luar aturan hewan dan sepeda, maskapai kereta nasional UEA ini tetap berupaya akomodatif terhadap kebutuhan keluarga dan kelompok disabilitas. Pihak operator mengizinkan setiap keluarga untuk membawa satu kereta dorong bayi lipat (folded pushchair) per anak tanpa dikenakan biaya tambahan. Sementara itu, bagi pengguna kursi roda, gerbong kereta telah dirancang ramah aksesibilitas dengan ruang khusus terdedikasi, asalkan penumpang telah melakukan pemesanan dan memilih opsi kursi roda sejak awal proses booking tiket.
Dianggap Lumrah, Burung Elang Masuk di Kabin Pesawat Maskapai Timur Tengah
Rute Abu Dhabi menuju Fujairah ini memakan waktu tempuh sekitar 1 jam 45 menit, memangkas waktu perjalanan darat secara signifikan melalui jaringan rel yang membelah wilayah perbukitan batu dan gurun UEA.
Peluncuran koridor pertama ini menandai fase awal dari mega-proyek jaringan kereta penumpang Etihad Rail yang ditargetkan akan menghubungkan 11 kota dan wilayah strategis di seluruh penjuru Uni Emirat Arab pada fase-fase berikutnya. Melalui penerapan regulasi bagasi yang jelas sejak hari pertama beroperasi, Etihad Rail berambisi menetapkan standar baru transportasi publik regional yang aman, inklusif, dan tertib.
