Ada Masalah di Mesin, GoAir Terpaksa Lakukan Pendaratan Darurat

Sumber: wikipedia

Sebuah pesawat Airbus A320Neo milik maskapai GoAir G8345 dengan jalur penerbangan Kochi, India menuju Mumbai terpaksa melakukan pendaratan darurat di bandara Bambolin yang terletak di kota Goa pada Rabu (30/8/2017) kemarin. Adapun penyebab pendaratan darurat tersebut dikarenakan masalah teknis pada bagian mesin.

Baca juga: Airbus A320Neo: Tawarkan Kabin Lebih Senyap, Inilah Pesawat Terbaru Citilink

Pesawat yang dilengkapi dengan mesin Pratt & Whitney tersebut mendarat secara kasar pada pukul 21.10 waktu setempat. Sebelumnya, maskapai yang dijadwalkan mengudara pada pukul 19.20 waktu setempat tersebut sempat mengalami delay dan baru terbang pada pukul 20.20 waktu setempat. Berdasarkan data yang KabarPenumpang.com lansir dari laman ndtv.com (31/8/2017), sebanyak 166 penumpang yang ada di dalam penerbangan tersebut mendarat dengan selamat.

Juru bicara dari GoAir mengatakan sudah mengatur ulang jadwal penerbangan semua penumpang yang “terdampar” tersebut agar mereka bisa melanjutkan perjalanan. “Hingga kini kami masih menyelidiki masalah yang mengakibatkan pesawat ini melakukan pendaratan darurat,” tuturnya. Maskapai penerbangan yang disponsori oleh Wadia Group ini diketahui telah “mendaratkan” dua pesawat A320 terkait dengan mesin Pratt & Whitney yang digunakan.

Regulator Directorate General of Civil Aviation (DGCA) telah meminta pihak Pratt & Whitney untuk segera memperbaiki kendala yang ada di mesin Airbus A320 yang digunakan oleh IndiGo dan GoAir dalam tenggat waktu yang sudah ditentukan sebelumnya.

Baca Juga: Lima Poin Ini Jadi Kunci Keselamatan Saat Pesawat Alami Crash Landing

Sebelumnya, pendaratan darurat juga dilakukan oleh maskapai Air Canada di Bandara Internasional Pearson di Toronto pada 28 Juli lalu. Penerbangan 476 yang melayani penerbangan rutin dari Pearson menuju Ottawa tersebut terpaksa return to base setelah pilot mendeteksi adanya anomali pada mesin sesaat setelah lepas landas. Untungnya, pesawat yang berisikan 175 penumpang tersebut dapat mendarat dengan selamat.

Sumber: paxnews.com

“Penerbangan mendarat dengan normal. Terpaksa penerbangan dibatalkan sebagai tindakan pencegahan dan sesuai dengan prosedur standar,” ungkap juru bicara Air Canada, Peter Fitzpatrick. Tidak ada yang terluka dalam insiden tersebut, namun menurut laporan yang diterima, beberapa saksi baik yang berada di dalam maupun di luar maskapai melihat mesin sebelah kiri pesawat tersebut mengeluarkan api, dan terdengar ledakan yang cukup kuat ketika pesawat baru saja take-off.