Ada yang Berbeda di Livery Ryanair, Benarkah Boeing “Rebrand” 737 MAX?

Sumber: theguardian

Kadung buruk, itulah yang citra yang kini tersematkan pada manufaktur pesawat asal Amerika, Boeing, dimana pihak perusahaan harus bertubi menelan pil pahit pasca kecelakaan dua maskapai beda benua, Lion Air dan Ethiopian Airlines. Tidak terima produk dalam negerinya dicerca habis-habisan dari berbagai penjuru dan kalangan, Presiden Donald Trump pun sempat tampil bak penengah dan memberikan isyarat kepada Boeing untuk melakukan rebranding terhadap jenis pesawat maut yang digunakan oleh dua maskapai di atas – Boeing 737 MAX.

Baca Juga: Berikan Dukungan Pada Boeing, Donald Trump Usulkan Rebrand 737 MAX

Walaupun tidak memberikan kepastian tentang usul rebranding yang dilontarkan oleh orang nomor satu di Negeri Paman Sam tersebut, namun pihak Boeing nampaknya enggan mempublikasikan terkait perubahan nama dari jenis pesawat tersebut. Seolah hilang tenggelam begitu saja oleh pemberitaan lain, ternyata seorang pengguna Twitter, Woodys Aeroimages (@AeroimagesChris) baru-baru ini menjadi bahan perbincangan warganet.

Bukan karena ia mengunggah foto menu di kelas bisnis yang ditulis tangan, melainkan mengunggah pesawat dari Ryanair yang bertuliskan “737-8200” pada Senin (15/7) kemarin. Padahal, pada varian yang sama yang sudah terlebih dahulu dioperasikan, pihak Boeing menuliskan “737 MAX” pada bagian sisi depannya. Apakah ini merupakan pertanda dari Boeing yang sudah melakukan rebranding terhadap varian 737 MAX-nya?

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman theguardian.com (15/7), baik pihak Ryanair maupun pihak Boeing belum ada yang mau berkomentar atau mengkonfirmasi terkait perubahan nama dari 737 MAX menjadi 737-8200. Satu yang pasti, foto ini diambil di Renton, Washington, Amerika Serikat.

Baca Juga: Upaya Kembalikan Kepercayaan Publik, Boeing Pertimbangkan Rebranding 737 MAX

Namun jika menilik kembali ke belakang, agaknya sedikit tidak mungkin masih ada varian Boeing 737 MAX yang beroperasi dalam waktu dekat ini, mengingat varian ini (kemungkinan besar) baru diijinkan kembali mengudara pada tahun 2020 mendatang. Hal ini menyusul perbaikan dan pengecekan yang dilakukan Boeing secara menyeluruh terhadap semua varian 737 MAX.

Satu hal lain yang harus dipahami adalah apapun yang tertera di tubuh pesawat Ryanair tersebut merupakan tanggung jawab pihak maskapai – bukan produsen, dimana dalam kasus ini adalah Boeing.