Berikan Dukungan Pada Boeing, Donald Trump Usulkan Rebrand 737 MAX

Donald Trump. Sumber: The Atlantic

Terpuruknya Boeing pasca dihantam oleh sejumlah tudingan hingga pembatalan pesanan yang bermuara dari jatuhnya dua pesawat 737 MAX 8 dalam rentang waktu 5 bulan ini ternyata membangkitkan jiwa nasionalis dari pemegang kekuasaan tertinggi di Negara Adikuasa, Donald Trump. Presiden yang terkenal kontroversial ini sempat menyerukan agar Boeing mengganti nama pesawat tersebut karena memiliki catatan sejarah yang sangat kelam. Ya, tidak bisa dipungkiri bahwa citra dari Boeing 737 MAX sudah sangat tergerus oleh dua kasus kecelakaan di atas.

Baca Juga: Pasca Insiden Boeing 737 MAX 8, Akankah Pilot ‘Kembali’ Menyandarkan Kepercayaan Pada Pesawat Tersebut?

Dalam sebuah cuitannya yang diunggah di media sosial Twitter beberapa hari yang lalu, Donald Trump mengisyaratkan agar Boeing melakukan rebrand terhadap pesawat tersebut. Tidak hanya itu, Doland Trump juga berharap agar Boeing dapat memberikan fitur tambahan yang diharapkan dapat menarik kembali minat para pelanggan dan mengembalikan kepercayaan terhadap produksian Boeing.

“Jika saya adalah Boeing, saya akan memperbaiki Boeing 737 MAX, tambah beberapa fitur yang baru, dan rebrand pesawat dengan sebuah nama baru, tambahkan beberapa fitur luar biasa, dan REBRAND pesawat itu dengan sebuah nama baru,” ujar Trump dalam cuitannya tersebut.

Nampaknya, cuitan tersebut tidak hanya sebatas isyarat dari Trump yang seolah mengindikasikan agar Boeing mengubah nama dari keluarga 737 MAX. Tapi di awal cuitannya, Presiden Amerika Serikat ke-45 ini mengatakan, “Apalah yang saya ketahui tentang branding, mungkin tidak ada (tetapi saya berhasil menjadi presiden!),” ujar Trump.

Jelas, poin tentang rebrand inilah yang coba ditekankan oleh Donald Trump.

“Boeing adalah perusahaan luar biasa. Mereka saat ini bekerja sangat, sangat keras. Dan harapannya mereka akan segera memberi jawaban, tapi sebelum itu pesawat akan dikandangkan” ujar Donald Trump pada Maret lalu – tak berselang lama setelah pesawat Ethiopian Airlines jatuh di Addis Ababa.

Sudah seyogyanya jika Donald Trump memberikan dukungan lebih terhadap Boeing mengingat raksasa kedirgantaraan ini berasal dari negara tempatnya memerintah. Berbagai isu hangat yang sampai saat ini membombardir Boeing antara lain ditemukannya kesalahan pada sistem navigasi 737 MAX 8, hingga perang dingin yang terjadi dengan rival abadinya, Airbus.

Baca Juga: Pesanan ‘Kering,’ Boeing Alihkan SDM Untuk Perbaharui Sistem 737 MAX

Tidak dapat dipungkiri, Boeing telah berperan besar dalam membangun perekonomian negara berjuluk Negeri Paman Sam ini – sebut saja dari hal yang paling sederhana adalah predikatnya sebagai eksportir terbesar bagi Amerika Serikat. Jadi, sudah lumrah adanya jika Donald Trump berupaya untuk tetap menjaga nama baik dari Boeing.