Airbus Rencanakan Upgrade Mesin Untuk Varian A320

Airbus A320. Sumber: Runway Girl

Raksasa manufaktur pesawat, Airbus diketahui sangat ingin meningkatkan produksi pesawat keluarga A320, tetapi pertama-tama, diperlukan komitmen dari para produsen mesin untuk meningkatkan volume dari mesin terkait. Pihak Airbus menginginkan performa mesin yang lebih andal ketimbang model-model sebelumnya, dengan harapan, bisa mengantarkan keluarga A320 terbang lebih jauh dan lebih irit.

Baca Juga: Airbus A320-214 PK-GQR: Sensasi Free WiFi Perdana di Armada Citilink

“Kami sedang mempersiapkan keputusan untuk ‘naik ke tingkat’ yang lebih tinggi,” tutur head of commercial aircraft dari Airbus, Guillaume Faury, dikutip KabarPenumpang.com dari laman flightglobal.com (17/1/2019).

“Para produsen mesin sejauh ini menolak untuk berkomitmen untuk meningkatkan volume mesin. Dan kami paham bahwa ini merupakan diskusi yang akan berlangsung sepanjang tahun ini,” tandasnya.

Pada tahun 2018 kemarin, pihak Airbus telah mengirimkan sekira 626 pesawat keluarga A320 kepada seluruh pelanggannya, atau dengan rataan 52 pesawat per-bulannya. Kendati telah mengirimkan jumlah pesawat yang bisa dibilang tidak sedikit tersebut, namun pihak Airbus mengaku mengalami sejumlah hambatan, salah satu yang paling vokal adalah masalah rantai pasokan mesin dari produsen CFM International dan Pratt & Whitney.

Pihak Airbus sendiri berharap dapat meningkatkan pengiriman pesawat menjadi 60 unit per-bulannya pada pertengahan tahun 2019 ini. Dengan peningkatan pengiriman tersebut, akan berimplikasi pada peningkatan pendapatan perusahaan.

“Kami pernah menyinggung soal pengiriman 70 unit pesawat per-bulan pada tahun lalu, dan itu tidak berjalan sempurna. Maka dari itu, angka tersebut akan diturunkan menjadi 60 unit,” lanjut Guillaume Faury.

“Akan ada langkah perantara,” imbuhnya singkat.

Pembicaraan tentang produksi yang lebih tinggi ini datang di tengah pelambatan pesanan untuk keluarga A320 varian terbaru. Pada tahun 2018, pihak Airbus telah ‘mendaratkan’ penjualan sebanyak 541 armada keluarga A320. Angka tersebut turun dari 1.054 pada tahun 2017 dan menyamakan dengan rasio book-to-bill kurang dari satu.

Baca Juga: JetBlue Upgrade Desain Kabin Airbus A320, Tapi Penumpang Justru Merana

Tetapi Guillaume Faury tidak terlalu menandang relevansi rasio book-to-bill sebagai hal yang patut mendapatkan konsentrasi penuh, dimana ia beranggapan bahwa hal tersebut dapat mengindikasikan kesehatan bisnis di masa depan. Guillaume Faury mengatakan bahwa Airbus akan berfokus pada pemenuhan perintaan hari ini, dan hal tersebut akan menjadi prioritas utama Airbus.

“Kami tidak benar-benar melihat penurunan. Yang kami lihat adalah pengurangan kecepatan pertumbuhan,” tutur Guillaume Faury.