Airbus Ternyata Juga Punya Paten Folding Wingtip Andalan Boeing 777X

0
Sayap pesawat 777X yang memiliki fitur ujung sayap lipat atau folding wingtip. Foto: Screenshot Youtube Boeing

Pada 25 Januari 2020 silam, Boeing 777X sukses terbang perdana. Selain pamornya mentereng karena didapuk menjadi pesawat komersial terpajang di dunia dengan 76.73 m dan menggunakan mesin terkuat di dunia GE9X, itu juga karena Boeing 777X karena fitur folding wingtipnya yang berbeda dari yang lain.

Baca juga: Heboh Fitur Folding Wingtip di Boeing 777X, Apa Sih Bedanya Winglet dan Wingtip?

Kendati demikian, usut punya usut, ternyata fitur folding wingtip atau ujung sayap lipat yang diusung Boeing 777X bukanlah satu-satunya yang sudah mendapat paten, melainkan ada folding wingtip lain gagasan Airbus yang baru mendapat paten pada tahun 2014 lalu, jauh lebih anyar dibanding folding wingtip Boeing yang sudah mendapat paten sejak tahun 1990-an.

Dikutip dari Simple Flying, laporan aeroTELEGRAPH menyebut sejak pertama kali dipatenkan pada tahun tersebut, Boeing sebetulnya sudah ingin mengembangkan pesawat dengan fitur ujung sayap lipat. Namun, karena kurangnya minat, pengembangan pesawat itu terus tertunda sampai beberapa tahun belakangan dimana Boeing 777X sukses menjalankan first flight.

Sebagai kompetitor utama, Airbus juga tak mau ketinggalan sehingga muncullah ide membuat folding wingtip sampai mendapat paten pada tahun 2014. Kita sudah sama-sama tahu, bahwa teknologi yang dipatenkan adalah teknologi baru dan belum ada teknologi lain yang serupa dengannya. Termasuk fitur folding wingtip. Karena fitur folding wingtip dari Airbus dan Boeing sama-sama sudah mendapat hak paten, itu berarti keduanya terdapat perbedaan.

Perbedaan dari folding wingtip Airbus dan Boeing sendiri terletak pada lipatan di ujung sayapnya itu. Bila ujung sayap Boeing terlipat ke atas, folding wingtip Airbus terlipat ke bawah. Sesimpel itu, bukan?

Meskipun terkesan hanya sekedar tak mau kalah dengan kompetitornya, Airbus mengklaim folding wingtip miliknya -yang notabene terlipat ke bawah- punya sederet keunggulan. Pertama, folding wingtip yang terlipat ke bawah diklaim lebih aman. Itu karena gaya aerodinamis dapat menyebabkan ujung sayap dapat terlipat ke atas dalam penerbangan sehingga membahayakan sifat aerodinamis pesawat.

Kedua, teknologi folding wingtip ini akan menggunakan apa yang disebut sebagai locking mechanisms dan aktuator yang lebih ringan daripada ujung sayap lipat ke atas milik Boeing.

Baca juga: 4 Poin Head to Head Boeing vs Airbus, Mana Lebih Unggul?

Sekalipun memiliki setidaknya dua keunggulan dibanding folding wingtip ke atas milik Boeing, Airbus belum mengembangkan teknologi tersebut lebih jauh. Itu karena, pada saat mendaftarkan paten tersebut, tren pesawat penumpang berkapasitas besar masih akan mendominasi. Namun, seperti yang kita lihat saat ini, fakta justru sebaliknya.

Pesawat superjombo buatan Airbus yang jadi pesawat komersial terbesar di dunia, A380, justru menjadi usang. Itu karena maskapai penerbangan di dunia tidak lagi menjalankan model jaringan hub-to-hub yang menuntut kapasitas besar melainkan sudah point-to-point yang menuntut kapasitas besar namun juga efisiensi tinggi dengan dua mesin.

Leave a Reply