Jepang Uji Coba Bus dengan Teknologi 5G Antara Stasiun

0
Bus teknologi 5G diuji coba di Jepang (mainichi.jp)

Bus dengan teknologi 5G tanpa pengemudi mulai diuji coba di Jepang pada 15 Februari kemarin. Uji coba tersebut dilakukan oleh Pemerintah Kota Maebashi, Universitas Gunma dan organisasi lainnya. Bus ini akan melintasi rute sejauh satu kilometer antara Stasiun JR Maebashi dan Stasiun Cuo Maebashi Jomo Electric Railway.

Baca juga: Adopsi Vehicle-to-x, Bus Otonom Telkomsel 5G Ramaikan Asian Games 2018

Dilansir KabarPenumpang.com dari mainichi.jp (17/2/2021), bodi bus akan dilengkapi kamera, sensor laser untuk mendeteksi rintangan dan Global Positioning System (GPS) untuk mengontrol akselerator. Selain itu rem serta pengoperasian lainnya sesuai dengan lampu lalu lintas serta kondisi sekitar.

Sama seperti pendahulunya yang menggunakan teknologi 4G atau LTE, bus 5G ini juga hanya akan melaju dengan kecepatan maksimal 19 km per jam. Dengan jaringan 5G, digadang-gadang akan meningkatkan keamanan dengan adanya peningkatan pada resolusi gambar dari kamera yang dipasang di sekitar kendaraan dan jalanan yang dilintasinya.

Selain itu pada saat yang sama, verifikasi teknologi dari fungsi pengenalan wajah akan dilakukan untuk memungkinkan pembayaran tanpa uang tunai. Sehingga kedua teknologi ini akan ditagertkan penggunaannya ditahun fiskal 2022.

Untuk diketahui, dalam percobaan terbaru, dua kamera dan sensor laser baru ditambahkan ke sisi jalan sehingga memungkinkan bus untuk secara akurat memahami kondisi jalan di sekitar Stasiun Chuo Maebashi, yang merupakan titik buta bagi bus. Namun, karena mengemudi tanpa awak sama sekali tidak diizinkan secara hukum, kursi pengemudi akan ditempati oleh pengemudi dari Nippon Chuo Bus Co. yang berbasis di Maebashi, yang mengoperasikan bus.

Sehingga bila diperlukan maka pengemudi akan beralih ke mengemudi manual. Selain itu, ruang kendali jarak jauh yang didirikan di Pusat Penelitian Penerapan Sistem Transportasi NextGen Universitas Gunma akan memantau sistem dan menanggapi situasi di mana sulit untuk membuat keputusan berdasarkan mengemudi otomatis saja.

Baca juga: Jaringan 5G Dipercaya Mampu Mengubah Wajah Pariwisata

“5G akan memungkinkan transmisi data dengan kapasitas besar dan sedikit penundaan, yang akan meningkatkan keselamatan dan efisiensi bus. Kami akan melakukannya. suka melakukan berbagai verifikasi untuk penggunaan praktis,” ujar Associate Professor Takeki Ogitsu dari Gunma University.

Uji coba bus teknologi 5G akan berlanjut hingga 28 Februari 2021.

Leave a Reply