Akhir 2022, Operasional Bandara Internasional Edmonton Pakai Tenaga Surya

1
sumber: airport-technology.com

Komitmen tinggi terhadap energi terbarukan, Bandara Internasional Edmonton (EIA) Selasa lalu mengumumkan akan memasang sekitar 340.000 panel surya atau memakan sekitar 627 hektar area bandara. Bila tak ada halangan berarti, akhir 2020 mendatang, bandara tersibuk kelima di Kanada ini akan mulai beroperasi dengan tenaga surya.

Baca juga: Bandara Kempegowda Aplikasikan Panel Surya Guna Operasional Harian

Dikutip dari edmontonjournal.com, proyek energi terbarukan raksasa Bandara Internasional Edmonton itu nantinya bakal menyuntik listrik sebesar 120 megawatt atau setara 28 ribu rumah. Selain itu, proyek yang melibatkan perusahaan energi terbarukan asal Eropa, Alpin Sun, ini juga akan membuka ratusan lapangan pekerjaan, baik pra ataupun pasca proyek selesai.

“Salah satu prinsip inti kami mendedikasikan diri untuk program keberlanjutan. Dengan (kemitraan bersama) Airport City Solar dan Alpin Sun, kami menciptakan sesuatu yang seluruh dunia akan perhatikan,” kata Tom Ruth, Presiden dan CEO EIA.

“Kami adalah bandara terbesar di Kanada berdasarkan luas lahan sehingga kami memiliki ruang untuk melakukan sesuatu yang sangat istimewa. Ini akan menciptakan lapangan kerja, menyediakan tenaga surya berkelanjutan untuk wilayah kami dan menunjukkan dedikasi kami untuk program energi terbarukan,” tambahnya.

Saat ini, pihak EIA tengah menunggu izin pengerjaan dari otoritas setempat. Jika disetujui, pengerjaan konstruksi akan dimulai pada awal 2022 dan ladang panel surya akan selesai di akhir tahun.

Proyek hijau atau energi terbarukan ini disebut mampu membuat langit lebih aman, dengan mereduksi pelepasan karbon dioksida ke langit hingga 106.000 ton. Sebaliknya, panel surya tetap menghasilkan energi besar mencapai 200.000 MWh per tahun.

Mengingat panel surya ini akan menyokong konsumsi energi listrik untuk bandara dan Fortis Alberta, salah satu provider listrik ternama di Kanada, tata letak panel surya harus ditempatkan dengan matang agar distribusi energi efektif.

Oleh karenanya, pihak penanggungjawab proyek merancang ladang panel surya dibagi menjadi dua bagian, satu ladang seluas 367 hektar dan ladang lainnya sebesar 259 hektar. Proyek ambisius Bandara Internasional Edmonton diperkirakan mampu mendatangkan $169 juta atau Rp2,4 triliun (kurs 14.440).

Meski membangun ladang panel surya sebesar 300 ratusan lapangan football, Bandara Internasional Edmonton Kanada bukanlah yang pertama dalam hal ini. Sebelumnya, Bandara Internasional Dubai bekerja sama dengan Etihad Energy Services Company (Etihad ESCO), lebih dahulu melakukan inovasi serupa dengan membangun lebih dari 15.000 panel surya pada Juli tahun lalu.

Proyek pemasangan sistem energi surya ini memiliki kapasitas 5MWp dan dapat menghasilkan lebih dari 7,48 juta kilowatt-jam energi setiap tahun untuk Dubai International Airport.

Baca juga: Gaet Etihad ESCO, Bandara Internasional Dubai Pasang Panel Surya di Terminal 2

Diharapkan, pemasangan sistem energi surya ini dapat menghasilkan penghematan senilai AED3.3 juta atau yang berkisar Rp12,6 miliar. Dengan sistem energi surya yang baru, muatan Terminal 2 yang ada di Dubai International Airport akan berkurang sekitar 29 persen. Sistem ini juga akan mengurangi emisi CO2 sebesar 3.243mt per tahun.

Bergeser ke Selatan, Bandara Internasional Kempegowda di Bengaluru, India juga telah memulai proyek energi terbarukan (energi surya) sejak November tahun lalu. Pengerjaan proyek pembangkit listrik tenaga surya berdaya 3,35MW ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan energi bandara yang kian meningkat setiap harinya. Adapun operator bandara bekerja sama dengan Sunshot Technologies dalam urusan instalasi pembangkit listrik ini.

1 COMMENT

  1. Informasi yang sangat menarik. Semoga proyek proyek bandara yang akan di bangun di Indonesia menggunakan tenaga surya supaya ramah lingkungan.
    Dimas Prayoga (19E10061042)

Leave a Reply