Akibat Virus Corona, Airbus Tangguhkan Produksi Pesawat di Pabrik Tianjin, Cina

0
Proses perakitan pesawat Airbus di pabrik Tianjin, Cina. Foto: REUTERS/Joseph Campbell

Airbus telah memperpanjang rencana penutupan pabrik perakitan terakhirnya di Tianjin, Cina, sebagai akibat dari keadaan darurat virus corona. Saat ini, salah satu dari dua jalur perakitan akhir pesawat Airbus di luar Eropa, selain di Mobile, Alabama, AS, tersebut memang tak ada tanda-tanda dimulainya kembali aktivitas perakitan pesawat.

Baca juga: Goyang Pasar Boeing, Airbus Bakal Bangun Dua Jalur Produksi di Amerika Utara

“Fasilitas jalur perakitan akhir Tianjin saat ini ditutup,” kata Airbus dalam sebuah pernyataan kepada wartawan, sebagaimana dikutip KabarPenumpang.com dari laman reuters.com, Kamis, (6/2).

Padahal, sebelum virus corona menjadi semakin mengkhawatirkan masyarakat global hingga mendorong Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menetapkan status darurat global, Airbus berencana akan membuka kembali pabrik di Tianjin pada akhir Januari, setelah tutup menjelang perayaan imlek.

Saat ini, produsen pesawat asal Perancis itu masih pada tahapan evaluasi internal sambil memantau setiap perkembangan terbaru perihal virus corona. Bila kondisi semakin tak memungkinkan (untuk memulai kembali proses produksi) Airbus mungkin akan mencari alternatif lain agar proses pesanan pesawat dari para kliennya tetap berjalan normal, khususnya pada pesawat berbadan kecil, seperti A320 yang diproduksi di pabrik tersebut.

Sebelumnya, Airbus memang pernah berujar bahwa mereka berencana untuk meningkatkan produksi pabrik perakitan di Tianjin dari semula hanya empat pesawat dalam sebulan menjadi enam pesawat. Peningkatan tersebut diharapkan mampu menutup target pengiriman, mengingat, sejak Boeing tengah terpuruk akibat 737 MAX, pesanan pesawat Airbus pada tahun 2020 memang tengah mengalami peningkatan.

Baca juga: Akhirnya! “Si Manis Paus Terbang” Airbus Beluga XL Resmi Mengudara

Di samping itu, pada tahun lalu, Airbus juga berhasil membukukan pengiriman sebanyak 863 pesawat, terbesar dalam sejarah berdirinya perusahaan. Tentu saja Airbus ingin mempertahankan rekor tersebut, salah satunya dengan meningkatkan produksi pesawat.

Tak hanya itu, demi mengejar capain bagus di tahun 2019, mereka kini juga telah didukung oleh salah satu pesawat kargo teranyarnya, Airbus Beluga XL, yang sudah resmi mengudara pada pertengahan Januari lalu. Pesawat yang mirip dengan paus putih Beluga Arktik tersebut diplot untuk mendukung mobilitas distribusi komponen pesawat Airbus di 11 destinasi, antara lokasi produksi Eropa (Wales, Spanyol serta beberapa negara lainnya) dan jalur perakitan akhir di Toulouse, Prancis; Hamburg, Jerman; hingga Tianjin, Cina.

Leave a Reply