Alami Kegagalan di Beberapa Tender, MRT Jakarta Fase 2 Bisa Tertunda Pengerjaannya

0

Gegara pandemi Covid-19 membuat pengerjaan MRT Jakarta fase 2 yang terbagi atas dua segmen terancam mengalami penundaan karena adanya berbagai kendala yang terjadi dalam proses tender. Lebih spesifik, hal ini terjadi karena sulitnya mencari kontraktor yang berminat mengerjakan.

Baca juga: Genjot Pendapatan di Masa Pandemi, MRT Jakarta Ingin Bangun Coworking Space dan Perbanyak Ruang Iklan

Di segmen kedua, yakni dari Harmoni menuju ke Kota pada CP202, dikatakan Direktur PT MRT Jakarta William Sabandar bahwa mereka mengadakan dua kali tender dan keduanya gagal. William menyebut tender pertama pada 6 Agusutus sampai 4 November 2019 gagal karena keterbatasan sumber daya, jadwal tender yang bersamaan dengan CP201 serta jadwal konstruksi yang ketat.

Sedangkan tender kedua yang mulai 7 Februari sampai 6 Juli 2020 juga gagal karena hal yang sama dan yang membedakan karena kondisi pandemi Covid-19.

“Karena dua kali tender dengan mekanisme international bidding gagal, kita bersurat ke JICA (Japan International Cooperation Agency), kita minta arahan. Dari JICA diarahkan tiga mekanisme, pertama limited competitive bidding, jadi dibatasi pesertanya. Kedua, international shopping, dan ketiga direct contracting,” kata William pada forum jurnalis virtual, Senin (19/10/2020).

Dia menyebutkan, pihak MRT Jakarta melakukan tender dengan mekanisme direct contracting atau penunjukan langsung yang targetnya selesai pada 26 Oktober 2020. Dengan ini William mengatakan, berharap dapat memperoleh kontraktor untuk CP202.

Selain CP202 ada juga kendala pada CP205 terkait sistem perkeretaapian dan rel. Di mana MRT Jakarta melakukan proses tender dari Februari hingga Juni 2020. Dalam masa tender ini William menyebutkan ada enam yang sudah berpartisipasi dan karena di masa Covid-19, MRT Jakarta melakukan perpanjangan tender dari Juni Hingga Oktober 2020.

“Kontraktor meminta untuk memperpanjang masa tender. Jadi panitia sudah melakukan empat kali perpanjangan. Jadi seharusnya bidding masuk 16 juni 2020. Tapi karena Covid-19, dilakukan dua kali perpanjangan, pertama sampai 16 Juli 2020, kedua sampai 31 Agustus 2020. Kemudian kontraktor meminta perpanjangan ketiga sampai 17 September 2020, dan meminta lagi perpanjangan keempat sampai 26 Oktober 2020,” jelasnya.

Kendala terakhir adalah pada CP206 yang mana market merespon ketidaktertarikan terhadap pengadaan enam trainset pada market sounding pertama di 26 Februari kemarin. William menjelaskan kemudian pada market sounding kedua yang berlangsung dari Juli hingga 13 Agustus MRT Jakarta akhirnya mengusulkan 14 trainset yang merupakan jumlah gabungan fase 2A dan 2B.

Baca juga: Jumlah Penumpang Turun, MRT Jakarta Lakukan Stategi Kontinuitas Bisnis

Direktur konstruksi PT MRT Jakarta, Silvia Halim mengatakan, terkait dengan rolling stock, banyak yang tidak merespon karena mengerjakan pesanan dari beberapa negara lainnya seperti Filipina dan negara lainnya. Karena hal ini maka segmen satu dari Bundaran HI ke Harmoni direncanakan selesai pada Maret 2025. Sedangkan segmen dua dari Harmoni ke Kota akan bergeser ke tahun 2027 atau lebih.

Leave a Reply